(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

IndiGeo Meningkatkan Sinergitas Sektor Pemerintahan dan Swasta

Admin brida | 27 Februari 2025 | 956 kali

BRIDA, Hari ke 2 kegiatan Webinar Indikasi Geografis (IndiGeo) yang diselenggarakan oleh DJKI Kementerian Hukum RI masih dengan tema yang sama dengan hari kemarin, yaitu “Sinergi Kebijakan, Inovasi dan Kearifan Lokal dalam Mengoptimalkan Pemanfaatan IndiGeo untuk Pemberdayaan Ekonomi Daerah”.

 

Materi pertama “Dukungan BRIN dalam Pengajuan Permohonan dan Pemanfaatan Indikasi Geografis” oleh Direktur Manajemen KI BRIN, Dr. Ing. Muhammad Abdul Kholiq, M.Sc., IPU. Dalam hal ini disampaikan bahwa peran BRIN dalam memfasilitasi KI melakukan upaya inventarisasi dan pendampingan pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal. BRIN memfasilitasi Riset KI Komunal, Integrasi data ke Pusat Data KI Komunal. Sedangkan untuk KI Personal hanya KI yang dihasilkan dan dikelola oleh BRIN.

 

Materi kedua “Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal melalui Indikasi Geografis di Pasar Domestik dan Internasional” oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Dr. Miftah Farid, S.Tp., M.S.E. Dalam hal ini disampaikan bahwa strategi pengembangan produk IndiGeo. Pembangunan pondasi yang kuat melalui pendaftaran produk IndiGeo, standar produksi dan pengendalian kualitas, tergabung dalam organisasi dan kolaborasi. Pengembangan pasar domestik, Kesiapan ekspor, Menjaga keberhasilan ekspor untuk pertumbuhan jangka Panjang. Promosi Produk IndiGeo melalui revitalisasi restoran Indonesia “Program branding restoran Indonesia (rasa Indonesia) dengan melibatkan stakeholder terkait dengan tujuan meningkatkan ekspor produk Indonesia melalui restoran di luar negeri”.


Materi ketiga “Dukungan Bank Indonesia (BI) dalam Pemberdayaan UMKM IG” oleh Direktur Grup Ekonomi-Keuangan Inklusif BI, Rosita Dewi. Dalam hal ini disampaikan bahwa pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia dilakukan dengan pendekatan penerapan 3 pilar kebijakan yaitu Korporatisasi, Kapasitas dan Akses Pembiayaan. Kebijakan digitalisasi UMKM Bank Indonesia dilakukan melalui sistem pembayaran dengan membangun infrastruktur yang mendukung ekosistem pembayaran digital, a.l. implementasi QRIS dan BI-Fast. Sementara itu, dari sisi demand, UMKM dipersiapkan untuk go digital melalui berbagai program digitalisasi dari hulu ke hilir. #Mty.