(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Tim KI Brida Survei Tari Legong Tombol, Madu Baliaga dan Anggur Banjar, Apa Potensinya?

Admin brida | 27 April 2026 | 221 kali

Buleleng - Brida Buleleng hari ini lanjutkan survei Kekayaan Intelektual (KI) di wilayah Kecamatan Banjar, Senin (27/4) dengan penelusuran objek Tari Legong Tombol di Desa Banyuatis.

Tim KI Brida melakukan wawancara langsung dengan pegiat seni Desa Banyuatis, Gede Yudi. Menurut Yudi, Tari Legong Tombol merupakan tari tradisional yang berkembang lintas wilayah di Bali dan bersifat komunal sebagai warisan budaya. Selain itu, terdapat unsur rekonstruksi yang telah dikaji secara akademik melalui disertasi Dayu Wimba. Tari ini berpotensi dilindungi sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) dan Hak Cipta pada bagian rekonstruksinya.

Survei juga berlanjut pada potensi KI berbasis produk lokal, yaitu Madu Baliaga di Desa Banyuseri, dan Anggur Bali di Desa Banjar.

Madu Baliaga berawal dari kelompok tani yang beranggotakan 31 orang. Dipimpin I Putu Sudiarta dengan mengembangkan budidaya madu sejak tahun 2017 sebagai inovasi lokal. Keunikan madu dipengaruhi sumber pakan alami, seperti cengkeh, kopi, dan bunga musiman yang menghasilkan cita rasa khas serta manfaat kesehatan.

Produk ini telah dipasarkan secara online dan berpotensi didorong melalui perlindungan merek kolektif maupun penguatan identitas produk, meskipun belum dilakukan uji laboratorium.

Sementara itu, Anggur Bali Banjar yang telah berkembang sejak tahun 1980 memiliki karakteristik lokal dengan kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain. Potensi pengembangan dinilai cukup besar, namun masih menghadapi kendala pada konsistensi produksi dan sistem pemasaran. Diperlukan upaya perlindungan melalui Indikasi Geografis (IG) guna menjaga reputasi, meningkatkan nilai ekonomi, serta mencegah klaim dari daerah lain. Selain itu, dukungan fasilitas pemasaran juga menjadi kebutuhan utama. #Sbt