(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

BRIN Kembangkan Tekstil Antibakteri Berbasis Jeruk Nipis dan Pelapis Ni–Cr untuk Efisiensi Industri

Admin brida | 04 Januari 2026 | 242 kali

Tangerang Selatan - Humas BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) terus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat dan efisiensi industri nasional. Dua inovasi terbaru yang dikembangkan adalah tekstil antibakteri berbasis mikrokapsul minyak atsiri Citrus aurantifolia serta pelapis komposit nikel–kromium (Ni–Cr) untuk meningkatkan ketahanan erosi komponen boiler pembangkit listrik.


Inovasi tekstil antibakteri ini memanfaatkan minyak atsiri jeruk nipis yang dikenal ramah lingkungan dan efektif sebagai agen antibakteri. Teknologi mikrokapsul memungkinkan senyawa aktif dilepaskan secara bertahap, sehingga meningkatkan daya guna dan ketahanan fungsi antibakteri pada tekstil. Tekstil fungsional ini berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk, mulai dari pakaian medis dan olahraga, militer, serta produk fungsional lainnya, termasuk kain antibakteri yang dipadukan dengan bahan hidrofobik sehingga bersifat kedap air, dengan fungsi tambahan seperti perlindungan sinar ultraviolet, tahan api, dan pengatur suhu.


Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Tatang Wahyudi, menjelaskan bahwa pengembangan tekstil antibakteri semakin relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap higienitas dan kesehatan. Tren riset di bidang ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama sejak pandemi Covid-19, dengan laju publikasi global mencapai sekitar 26–27 persen per tahun. “Minyak atsiri jeruk nipis menjadi salah satu alternatif agen antibakteri yang efektif sekaligus berkelanjutan,” ujarnya.


Di sisi lain, BRIN juga mengembangkan teknologi pelapis komposit Ni–Cr menggunakan metode high velocity oxy-fuel (HVOF) untuk meningkatkan ketahanan erosi komponen boiler pada pembangkit listrik tenaga uap. Teknologi ini dinilai strategis mengingat proyeksi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat hingga 2050, sementara batu bara masih menjadi sumber energi beban dasar.


Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Erie Martides, dalam paparannya menyampaikan bahwa pelapis berbasis nikel-kromium (Ni–Cr) dengan metode high velocity oxy-fuel (HVOF) mampu memperpanjang umur pakai komponen boiler sekaligus meningkatkan efisiensi pembangkit listrik. Lapisan pelindung berketahanan erosi tinggi ini diharapkan dapat mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan keandalan sistem pembangkit.


Kepala ORNM BRIN, Prof. Ratno Nuryadi, mengapresiasi berbagai inovasi yang dipaparkan dalam webinar ORNAMAT ke-78 yang diselenggarakan secara daring, pada Selasa (23/12). Ia menekankan pentingnya ORNAMAT sebagai wadah diseminasi riset sekaligus ruang dialog ilmiah untuk mempertemukan gagasan, memperkaya perspektif, dan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin serta lintas institusi, baik di dalam maupun di luar BRIN. (Ib/ed:jh, ugi)


Sumber: https://www.brin.go.id/news/126261/brin-kembangkan-tekstil-antibakteri-berbasis-jeruk-nipis-dan-pelapis-ni-cr-untuk-efisiensi-industri (dikutip 4 Januari 2026)