Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng mengikuti Sosialisasi Program Pendidikan Pascasarjana Berbasis Riset Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (7/4) secara zoom meeting. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) riset dan inovasi, khususnya di lingkungan pemerintah daerah.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi Desain Besar Manajemen
Talenta Nasional (DBMTN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor
108 Tahun 2024. Program tersebut dirancang sebagai upaya terstruktur dan
berkelanjutan dalam mencetak talenta unggul melalui sinergi antara pemerintah,
perguruan tinggi, dan industri guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Narasumber BRIN, Ajeng Arum Sari menyampaikan bahwa sektor riset dan
inovasi memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,
termasuk kesenjangan kompetensi SDM, rendahnya relevansi lulusan pendidikan
tinggi dengan kebutuhan industri, serta terbatasnya kolaborasi riset terapan.
Oleh karena itu, penguatan ekosistem riset menjadi prioritas melalui
peningkatan pendanaan, penyediaan infrastruktur, serta mobilitas talenta riset.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Degree by Research
(DbR), yaitu program pendidikan formal jenjang magister (S2) dan doktor (S3)
berbasis riset yang dirancang khusus untuk ASN dan talenta riset lainnya.
Program ini memungkinkan peserta untuk melanjutkan pendidikan tanpa
meninggalkan tugas kedinasan, sehingga tetap produktif dalam menjalankan fungsi
pemerintahan sekaligus meningkatkan kompetensi akademik.
Program DbR memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan skema beasiswa
konvensional. Dalam program ini, topik penelitian telah dirancang sejak awal
melalui kolaborasi antara peserta, periset BRIN sebagai co-promotor, dan dosen
perguruan tinggi sebagai promotor utama. Selain itu, peserta juga mendapatkan
akses langsung ke fasilitas riset BRIN yang modern, dukungan pendanaan riset,
serta jejaring kolaborasi nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Ajeng menjelaskan bahwa hingga tahun 2025 jumlah peserta
program DbR telah mencapai lebih dari 1.600 orang, dengan komposisi 62% peserta
program doktor (S3) dan 38% program magister (S2). Sebagian besar peserta
berasal dari lingkungan BRIN (68%), sementara sisanya berasal dari luar BRIN
termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Hal ini
menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap pengembangan kapasitas SDM
berbasis riset.
Dari sisi output, program ini telah menghasilkan ratusan lulusan dengan kontribusi nyata dalam bentuk publikasi ilmiah, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan kolaborasi lintas institusi. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan indikator nasional seperti jumlah SDM berkualifikasi doktor, jumlah publikasi internasional, serta jumlah paten yang dihasilkan.
Dalam
konteks daerah, BRIDA Buleleng memandang program ini sebagai peluang strategis
untuk meningkatkan kualitas aparatur dan talenta riset daerah. Dengan
meningkatnya kapasitas SDM, diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi
daerah yang berbasis riset dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan
publik serta pembangunan daerah. #Wck