(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Peluang Beasiswa S2-S3 Berbasis Riset 2026 Dibuka, ASN Bisa Studi Tanpa Meninggalkan Tugas

Admin brida | 07 April 2026 | 721 kali

Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng mengikuti Sosialisasi Program Pendidikan Pascasarjana Berbasis Riset Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (7/4) secara zoom meeting. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) riset dan inovasi, khususnya di lingkungan pemerintah daerah.

 

Sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024. Program tersebut dirancang sebagai upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam mencetak talenta unggul melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

 

Narasumber BRIN, Ajeng Arum Sari menyampaikan bahwa sektor riset dan inovasi memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk kesenjangan kompetensi SDM, rendahnya relevansi lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri, serta terbatasnya kolaborasi riset terapan. Oleh karena itu, penguatan ekosistem riset menjadi prioritas melalui peningkatan pendanaan, penyediaan infrastruktur, serta mobilitas talenta riset.

 

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Degree by Research (DbR), yaitu program pendidikan formal jenjang magister (S2) dan doktor (S3) berbasis riset yang dirancang khusus untuk ASN dan talenta riset lainnya. Program ini memungkinkan peserta untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas kedinasan, sehingga tetap produktif dalam menjalankan fungsi pemerintahan sekaligus meningkatkan kompetensi akademik.

 

Program DbR memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan skema beasiswa konvensional. Dalam program ini, topik penelitian telah dirancang sejak awal melalui kolaborasi antara peserta, periset BRIN sebagai co-promotor, dan dosen perguruan tinggi sebagai promotor utama. Selain itu, peserta juga mendapatkan akses langsung ke fasilitas riset BRIN yang modern, dukungan pendanaan riset, serta jejaring kolaborasi nasional maupun internasional.

 

Lebih lanjut, Ajeng menjelaskan bahwa hingga tahun 2025 jumlah peserta program DbR telah mencapai lebih dari 1.600 orang, dengan komposisi 62% peserta program doktor (S3) dan 38% program magister (S2). Sebagian besar peserta berasal dari lingkungan BRIN (68%), sementara sisanya berasal dari luar BRIN termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap pengembangan kapasitas SDM berbasis riset.

 

Dari sisi output, program ini telah menghasilkan ratusan lulusan dengan kontribusi nyata dalam bentuk publikasi ilmiah, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan kolaborasi lintas institusi. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan indikator nasional seperti jumlah SDM berkualifikasi doktor, jumlah publikasi internasional, serta jumlah paten yang dihasilkan.


Dalam konteks daerah, BRIDA Buleleng memandang program ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kualitas aparatur dan talenta riset daerah. Dengan meningkatnya kapasitas SDM, diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi daerah yang berbasis riset dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik serta pembangunan daerah. #Wck