(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Rakor BRIDA Sebali Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah

Admin brida | 01 Mei 2026 | 210 kali

Buleleng - Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) seprovinsi Bali Tahun 2026, Kamis (30/4) di Villa Kori Maharani Gianyar, mengusung tema “Kolaborasi BRIDA sebali dalam Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Mendukung Visi Pembangunan Daerah”. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna mendorong pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, diantaranya Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi; perwakilan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Dra. Rochayati Basra, M.Pd.; Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi dan Inovasi, Dr. Ir. David Yama, M.Sc., M.A., serta diikuti oleh BRIDA Provinsi Bali dan seluruh BRIDA kabupaten kota sebali. BRIDA Buleleng dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris, drg. I Ketut Wika dan Perencana.

Dalam arahannya, Dr. Yopi menyampaikan bahwa Provinsi Bali memiliki pondasi daya saing daerah yang cukup kuat, terutama pada aspek infrastruktur, stabilitas ekonomi, ukuran pasar, dan adopsi teknologi informasi. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam aspek dinamika bisnis, sistem keuangan, serta belum optimalnya hilirisasi inovasi menjadi aktivitas ekonomi produktif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme intermediasi inovasi melalui pembentukan dan penguatan Hub Inovasi Daerah atau Rumah Inovasi Daerah (RID) sebagai pusat kolaborasi dan integrasi inovasi di daerah.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya pendekatan kajian kolaboratif multipihak dalam menjawab permasalahan pembangunan daerah, termasuk isu strategis seperti ketahanan pangan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pengelolaan sampah melalui program Gerakan Bali Bersih Sampah. Pendekatan ini menekankan pada co-creation antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan solusi inovatif berbasis riset.

Dari sisi kebijakan daerah, Kepala BRIDA Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., menekankan pentingnya sinergitas pembangunan dalam satu kesatuan wilayah melalui konsep “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola” sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan Bali 2025–2030. Riset dan inovasi diarahkan sebagai dasar perumusan kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta solusi atas berbagai permasalahan pembangunan daerah.

Dalam sesi pemaparan lainnya, disampaikan hasil evaluasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025, di mana Provinsi Bali memperoleh skor 77,04 dengan kategori sangat inovatif. Namun masih diperlukan penguatan peran pemerintah daerah sebagai orkestrator inovasi, peningkatan produktivitas inovasi di perangkat daerah, serta integrasi inovasi dalam dokumen perencanaan pembangunan. Pendekatan evidence-based policy juga ditekankan sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan agar lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, dalam pemaparan terkait pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), dijelaskan bahwa IPKD merupakan instrumen nasional untuk mengukur kinerja tata kelola keuangan daerah yang mencakup aspek perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga transparansi. Pembaruan indikator IPKD tahun ukur 2026 juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Melalui pelaksanaan rakor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh BRIDA sebali dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta mendorong hilirisasi inovasi yang berdampak nyata terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Tindak lanjut diperlukan langkah konkret berupa penguatan kolaborasi pentahelix, optimalisasi peran BRIDA sebagai orkestrator inovasi, peningkatan kualitas kajian berbasis data, serta integrasi hasil riset ke dalam kebijakan pembangunan daerah secara berkelanjutan. #Yun