Buleleng - Dalam rangka mendukung penguatan dan peningkatan daya saing pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Sosialisasi Edukasi Keuangan untuk Mendukung Program UMKM Bali Nadi Jayanti, Kamis (30/7) di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si., didampingi Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, I Made Wirama Satria, S.E.
Dalam
sambutannya, Dewa Made Sudiarta menyampaikan bahwa penguatan kapasitas UMKM tidak hanya dilakukan melalui
peningkatan kualitas produk, tetapi juga melalui peningkatan literasi keuangan,
akses pembiayaan, penerapan standar keamanan pangan, serta perlindungan
Kekayaan Intelektual (KI) sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya
saing produk lokal.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi sesuai bidang
keahliannya. Materi edukasi keuangan disampaikan oleh Agung Surya dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, yang memberikan pemahaman mengenai
pentingnya literasi keuangan, pengelolaan keuangan usaha, serta pemanfaatan
layanan jasa keuangan secara bijak.
Selanjutnya, materi mengenai akses pembiayaan usaha disampaikan oleh
Ketut Mahardika, Bagian Kredit Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang
Singaraja, yang memaparkan berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan
pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Materi mengenai higiene dan keamanan produk pangan disampaikan oleh Ni
Luh Putu Withari, S.Tr.Keb., S.K.M., M.A.P., dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng, yang menjelaskan pentingnya penerapan higiene sanitasi dalam proses
produksi guna menjamin keamanan produk yang dipasarkan kepada masyarakat.
Sementara itu, materi mengenai pengemasan produk dan KI disampaikan oleh
Ni Made Sumbertiasih, S.E., M.M., Analis Kebijakan Ahli Muda pada Badan Riset
dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng didampingi Operator KI, Desak Putu
Ryapratiwi, S.E.
Dalam paparannya, Made Sumbertiasih menjelaskan pentingnya kemasan yang menarik dan informatif sebagai strategi pemasaran, serta pentingnya perlindungan KI melalui pendaftaran merek, hak cipta, desain industri, Indikasi Geografis, dan bentuk KI lainnya untuk memberikan kepastian hukum serta meningkatkan nilai ekonomi produk UMKM.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pemilik UMKM di Kabupaten Buleleng
semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan, memperoleh akses pembiayaan
yang tepat, menerapkan standar keamanan produk, serta memanfaatkan perlindungan
KI guna meningkatkan daya saing produk lokal dalam mendukung terwujudnya Program
UMKM Bali Nadi Jayanti. #Sbt