(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

BPS dan Pemprov Bali Galang Komitmen Bersama Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Admin brida | 11 Juli 2026 | 251 kali

Buleleng - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menggelar acara "Penguatan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026)", Sabtu (11/7) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Acara diawali dengan laporan dari Kepala BPS, Agus Gede Hendrayana Hermawan. Dalam laporannya, Agus Gede memaparkan latar belakang SE2026 yang merupakan sensus ekonomi ke-5 di Indonesia berdasarkan amanat UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Agenda strategis nasional sensus ini, bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi guna memotret struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, ekonomi lingkungan, serta pembaruan data sosial ekonomi keluarga.

Pendataan lapangan di Bali telah dimulai sejak 8 Juni 2026 dengan menyasar 1,71 juta prelist usaha dan keluarga yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Berdasarkan Statistikal Business Register (SBR) BPS, unit usaha di Bali didominasi oleh 632.956 Usaha Mikro Kecil dan 12.578 Usaha Menengah. Guna memastikan akurasi data, BPS mengerahkan 3.774 petugas sebagai ujung tombak lapangan melalui tiga langkah strategis: penguatan kapasitas petugas, kolaborasi lintas sektor, serta penggalangan partisipasi aktif masyarakat.

Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa jajaran pemerintahan harus bekerja secara serius dan selalu bersandar pada data yang akurat. Dukungan penuh pun diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaksanaan SE2026. Gubernur menargetkan setidaknya tingkat penginputan data sensus ekonomi di Bali mampu menembus angka minimal 60% demi menjamin kualitas perencanaan pembangunan daerah.

Gayung bersambut, Kepala BPS Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D., dalam sambutan berikutnya memaparkan urgensi SE2026 dalam mengukur dinamika ekonomi modern, seperti pergeseran pasar tradisional ke arah digital dan ojek online. Data SE2026 akan menjadi fondasi kebijakan jangka panjang sekaligus motor penggerak 6 Strategi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali (Bali Pintar dan Sehat, Bali Produktif, Bali Hijau, Bali Terintegrasi, Bali Smart Island, dan Bali Kondusif). Secara khusus pada pilar Bali Produktif, data sensus akan memetakan potensi 7.927 usaha kreatif (data 2024) yang didominasi subsektor Kriya di Bangli, Kuliner di Klungkung, dan Fashion di Denpasar.

Lebih lanjut, Amalia memaparkan sektor potensial Bali yang membutuhkan pasokan data akurat, termasuk struktur ekspor triwulan pertama 2026 yang didominasi produk kerajinan/lifestyle (48,15%) dan sektor kelautan (28%). Hilirisasi minyak atsiri (nilam, serai wangi, kenanga) juga tengah melonjak tajam dengan nilai ekspor mencapai 837.440 USD pada Maret 2026 ke negara-negara seperti AS, Inggris, UAE, Italia, dan Turki. Di sektor pariwisata, status Bali sebagai destinasi populer nomor satu dunia versi Trip Advisor 2025 telah memicu fenomena wedding tourism. Kedatangan wisman asal India, Korea, Tiongkok, dan Australia yang menggelar pernikahan di Bali terbukti memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang sangat besar bagi perekonomian lokal.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi penandatanganan komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebali yang dilakukan langsung oleh Kepala BPS Indonesia bersama Gubernur Bali, menandai sinergi total seluruh elemen di Pulau Dewata demi melahirkan basis data ekonomi yang akurat dan kredibel.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, Bupati/Walikota seprovinsi Bali, Perangkat Daerah kabupaten/kota sebali, pimpinan perguruan tinggi, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perwakilan asosiasi, serta pimpinan redaksi media massa, Majelis Desa Adat/Subak, BPS kabupaten/kota sebali, petugas SE2026 dari Kabupaten Gianyar, Denpasar dan Badung. Dalam kesempatan ini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng diwakili Analis Kebijakan Ahli Muda, Ketut Arsudipta, S.E. #Adt