Inovasi BRIN Olah Sampah Target 100% 2029
Admin brida | 09 April 2026 | 65 kali
Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng mengikuti Webinar Pengelolaan Sampah dan Fasilitasi Kebijakan di Daerah yang diselenggarakan oleh Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Kamis (9/4).
Webinar dibuka secara resmi oleh Yurike Patrecia Marpaung selaku Sekretaris Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN. Dalam sambutannya, Yurike menyampaikan pentingnya penerapan hasil riset dan inovasi di daerah, khususnya dalam pengelolaan sampah, sehingga permasalahan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan, efektif, dan berbasis bukti ilmiah.
Webinar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, diantaranya Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly, S.Pi., M.Si.; Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan, S.T., M.Si.; Kepala Desa Talunombo Kabupaten Wonosobo, Badaruddin, S.Sos.; serta Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Dr. Sri Wahyono, S.Si., M.Si.
Dalam amanat RPJMN ditargetkan pengelolaan sampah mencapai 100% pada tahun 2029. Target ini diupayakan melalui pengolahan sampah dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, seperti Bank Sampah, TPS3R, Rumah Kompos, Maggot BSF, Material Recovery Facility (MRF), TPST, hingga fasilitas waste-to-energy, serta memastikan bahwa sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya berupa residu.
Studi kasus dari Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari proses pemilahan sampah hingga pemanfaatan hasil olahannya. Salah satu faktor kunci keberhasilan tersebut adalah terjalinnya kerja sama dengan offtaker, yaitu pihak pengguna hasil olahan sampah. Sebagai contoh, kerja sama dengan pabrik semen yang memanfaatkan bahan bakar jumputan padat dari hasil pengolahan sampah organik di Banyumas. Kolaborasi ini terbukti memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan program pengolahan sampah di daerah tersebut.
Pada akhir sesi, juga dibahas berbagai hasil riset dan inovasi teknologi pengolahan sampah yang telah dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) seperti komposter, biodigester, pengolah sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan lainnya. Diharapkan hasil-hasil riset tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan serta mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan di daerah. #Ang