(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Rencana Induk Pendidikan Buleleng Dorong Pemanfaatan AI yang Bijak di Era Digital

Admin brida | 27 Juli 2026 | 155 kali

Buleleng - Dalam rangka penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Pendidikan di Era Digital, Senin (27/7) di kampus setempat.

Dibuka secara resmi oleh Dekan FHIS Undiksha, Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd., dan dipandu oleh I Wayan Budiarta, M.Pd., FGD dihadiri langsung Kepala Brida, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda, Ketut Arsudipta, S.E., dan perwakilan perangkat daerah terkait.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penyusunan dokumen perencanaan pendidikan berbasis data, kajian, dan riset, dengan membahas berbagai tantangan serta peluang pengembangan pendidikan dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

FGD menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., yang menyampaikan materi "Pengembangan Pendidikan di Era Digital". Dalam paparannya, disampaikan pentingnya transformasi digital melalui peningkatan kompetensi pendidik, pemerataan akses teknologi, penguatan literasi digital, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran secara optimal.

Lebih lanjut, Bagus Surya Baratha menekankan bahwa AI merupakan teknologi pendukung yang dapat membantu proses pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan penguatan karakter, etika digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan literasi informasi peserta didik.

Sementara itu, Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons., dari Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha menyampaikan materi "Krisis Tersembunyi di Era Digital: Menyelamatkan Generasi dari Learning Loss dan Brainrot, Paradigma Neurosains untuk Pendidikan di Era Digital".

Prof. Suranata menjelaskan pentingnya pendekatan berbasis neurosains dalam menghadapi tantangan learning loss dan distraksi digital melalui deteksi dini, asesmen kemampuan belajar, intervensi yang tepat, serta evaluasi berkelanjutan. Menurutnya, teknologi digital dan AI harus diarahkan untuk memperkuat kemampuan berpikir peserta didik, kreativitas, serta kemampuan pemecahan masalah.

Kegiatan dilanjutkan dengan FGD tingkat kecamatan wilayah tengah sebagai bagian dari pengumpulan data penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng yang melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan pengawas SD maupun SMP dari Kecamatan Buleleng, Banjar, dan Sukasada.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng dapat menghasilkan dokumen perencanaan berbasis data, kajian, dan riset yang menjadi landasan strategis dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, serta responsif terhadap transformasi digital dan perkembangan teknologi AI. #Ang