Buleleng - Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Selasa (26/5) di Auditorium Balingkang kampus setempat. Kegiatan ini mengusung tema “Arah Kebijakan Pemerintah Daerah yang Dapat Dikolaborasikan oleh FIP Undiksha”, sebagai upaya memperkuat sinergi dan kontribusi akademis terhadap pembangunan daerah di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FIP Undiksha, Prof. Dr. I Wayan
Widiana, S.Pd., M.Pd., yang menyoroti kondisi makro ekonomi Kabupaten Buleleng
yang menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Disampaikan bahwa berdasarkan
data Desember 2025, jumlah penduduk Kabupaten Buleleng mencapai 830.873 jiwa,
tertinggi di Provinsi Bali. Tingginya jumlah penduduk tersebut turut berdampak
pada tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang memerlukan
kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencari solusi
pembangunan yang berkelanjutan.
Kuliah umum ini menghadirkan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs.
Gede Suyasa, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Gede Suyasa
menjelaskan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Buleleng yang dapat
dikolaborasikan dengan dunia akademik, khususnya FIP Undiksha.
Pada bidang pendidikan, pemerintah daerah memprioritaskan pengelolaan
pendidikan, penguatan program pendidik dan tenaga kependidikan, serta
pengembangan kapasitas kepemudaan dan olahraga. Sementara pada bidang
kesehatan, fokus diarahkan pada pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan
masyarakat serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah menitikberatkan pada penyediaan
sarana dan prasarana pertanian, peningkatan diversifikasi pangan, serta
pengembangan lumbung pangan masyarakat. Adapun di bidang infrastruktur publik,
program prioritas meliputi penyelenggaraan jalan, pengelolaan sumber daya air,
serta pengembangan sistem penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah.
Selain itu, pada bidang ekonomi dan pariwisata, Pemerintah Kabupaten
Buleleng terus mendorong peningkatan daya tarik destinasi pariwisata, pemasaran
pariwisata, serta pemberdayaan dan pengembangan UMKM guna memperkuat
pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gede Suyasa juga memaparkan mengenai kerja
sama daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng tahun 2025 pada sektor pendidikan
dengan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi, diantaranya Yayasan Literasi Anak
Indonesia, Universitas Udayana, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, ITB
STIKOM Bali, Universitas Pendidikan Ganesha, serta IAHN Mpu Kuturan. Kerja sama
tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan
inovasi pendidikan di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan kuliah umum ini dihadiri oleh perwakilan OPD terkait di Buleleng, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Dinas Sosial, Brida, seluruh dosen di lingkungan FIP Undiksha, serta perwakilan mahasiswa FIPsemester IV.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah
daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Buleleng
melalui bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. #Adt