(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

BSKDN Gelar Webinar TERAS, Perkuat Tata Kelola dan Persiapan Pelaporan Inovasi Daerah 2026

Admin brida | 29 April 2026 | 125 kali

Buleleng - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri kembali menyelenggarakan Webinar Series Temu Ramah Aspirasi Strategis (TERAS), Rabu (29/4) sebagai upaya memperkuat peran strategis pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengawasan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam persiapan pelaporan inovasi daerah tahun 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. David Yama, M.Sc., M.A., yang memaparkan berbagai penyempurnaan indikator serta arah kebijakan terbaru dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID).

 

Dalam paparannya, David Yama menyampaikan bahwa pada tahun 2026, pengukuran IID mengalami sejumlah penyesuaian penting. Salah satunya adalah kewajiban pemerintah daerah untuk memenuhi minimal 5 urusan wajib pelayanan dasar, yang akan berpengaruh langsung terhadap perolehan skor IID. Selain itu, baseline kategori “Sangat Inovatif” kini berada pada rentang 65,01 hingga 100, yang menunjukkan peningkatan standar kualitas inovasi daerah secara nasional.

 

Lebih lanjut, David Yama menjelaskan bahwa indikator IID tidak hanya menilai jumlah inovasi, tetapi juga mencakup aspek kualitas kebijakan melalui pendekatan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK). Hal ini menegaskan bahwa inovasi daerah harus didukung oleh proses perencanaan, implementasi, hingga evaluasi kebijakan yang terukur dan berstandar nasional. BSKDN juga menekankan bahwa penilaian inovasi kini semakin berbasis pada data nasional dan satuan perangkat daerah (OPD). Dengan demikian, setiap perangkat daerah memiliki kontribusi langsung terhadap capaian inovasi di wilayahnya.

 

Bagian dari peningkatan kualitas inovasi, setiap program inovasi daerah diwajibkan untuk menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) yang bersertifikat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme serta memastikan inovasi yang dihasilkan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. “Peran SDM menjadi kunci utama. Bukan sekadar jumlah, tetapi kompetensi dan kapasitas dalam mengelola inovasi yang menentukan keberhasilan”, ujar David.


Melalui forum TERAS ini, BSKDN berharap pemerintah daerah dapat lebih siap dalam menghadapi proses pelaporan IID tahun 2026, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. #Wck