Buleleng - Hari ini Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng melaksanakan rapat koordinasi penerbitan jurnal kelitbangan “Saraswati” edisi Juni 2026, Kamis (7/5) di ruang rapat setempat. Acara dilaksanakan bersama Tim Penyusun Majalah Berkala Ilmiah Saraswati Brida Buleleng dari IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, dan Universitas Panji Sakti Singaraja.
Analis
Kebijakan Ahli Muda Brida, I Gede Suardika, S.E.,M.Pd., menjelaskan bahwa
jurnal Saraswati telah terbit dua kali dalam setahun, dan direncanakan akan ada
lima jurnal yang akan diterbitkan pada bulan Juni. Untuk review tim editor akan
dilaksanakan pada minggu kedua bulan Mei, review Mitra Bestari pada minggu ketiga
bulan Mei, serta batas waktu penyelesaian pada minggu pertama dan kedua bulan
Juni. Ia juga menambahkan Brida saat ini sudah memiliki lima judul kajian yang
akan diterbitkan pada jurnal edisi Juni, dan untuk bulan Desember tersisa dua
judul. Sedangkan kekurangan tiga artikel diharapkan ditambahkan oleh tim dari
universitas.
Kepala
Brida, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., mengingatkan bahwa jurnal selama ini
belum masuk akreditasi, dan berharap agar tahun ini jurnal lebih menarik lagi,
sehingga bisa diterbitkan di Sinta. Selain itu, hardcopy juga akan diusahakan
untuk cetak lebih banyak lagi.
Tim
IAHN Mpu Kuturan, Dr. Ida Bagus Eka Suadnyana memaparkan bahwa OJS Brida
sebenarnya sempat mengalami down di awal tahun 2026, sehingga harus memindahkan
back up ke Dinas Kominfosanti Buleleng karena pada aplikasi Pusat Data Nasional
(PDN) mengalami error. IAHN Mpu Kuturan juga sedang berupaya dengan Dinas
Kominfosanti untuk meminimalisir hack yang ada pada aplikasi OJS. Iapun
menambahkan untuk bulan Juni OJS dilaksanakan lebih awal lagi, dan untuk terbitan
ke Sinta akan dicoba didaftarkan ke Garuda terlebih dahulu agar jurnal dapat diterbitkan
di Sinta.
Sementara Prof. Dr. I Dewa Sastrawidana dari Undiksha menyarankan untuk mengaktifkan status terbit ke Sinta, ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan lagi. Proses harus sudah melalui sistem yang terdapat batas waktu serta terekam melalui sistem, sebab hal ini menjadi poin penting dan menjadi syarat agar artikel dapat terbit di Sinta. Etika publikasi juga perlu dicantumkan dan diperhatikan lagi tingkat plagiarinya, mengingat tingkat plagiari di Sinta minimal 15% dan maksimal 20%.
Di sisi lain, beberapa masukan agar jurnal tidak
terlalu kosong, maka perlu ditambahkan Google scholar untuk ditampilkan,
pengaturan template agar bisa diunduh guna menghindari tidak konsistennya
naskah-naskah yang diupload. Diperlukan juga timeline khusus untuk jurnal
akreditasi, sehingga persyaratan akreditasi terpenuhi pada aplikasi Arjuna dan
pengajuan akreditasi setelah terbit volume 5 nomor 1 tahun 2026. #Igs