(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Undiksha Business Matching Nanokomposit Silika-Karbon Strategi Hilirisasi Riset

Admin brida | 13 Juni 2026 | 250 kali

Buleleng - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyelenggarakan Diskusi Business Matching Program Hilirisasi Riset Prioritas, Sabtu (13/6) di ruang LPPM setempat.

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Dr. Gde Wawan Sudatha. Dalam arahannya disampaikan bahwa hilirisasi penelitian menjadi salah satu fokus utama universitas. Menurutnya, hasil penelitian tidak cukup hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi perlu dikembangkan agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Undiksha terus berkomitmen mendorong pemanfaatan hasil riset dosen agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri. Salah satu upaya strategis yang dilakukan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi dengan mengembangkan produk Nanokomposit Silika-Karbon, sebuah inovasi material maju yang berpotensi menjadi bahan baku kayu sintetik berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Prof. Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc bersama tim peneliti Undiksha. Produk nanokomposit silika-karbon memiliki berbagai keunggulan, mulai dari ketahanan terhadap kelembaban, suhu ekstrem, proses penuaan material, hingga daya tahan terhadap kerusakan seperti pelapukan dan serangan rayap. Keunggulan tersebut menjadikan material ini memiliki peluang besar sebagai alternatif pengganti kayu alam sekaligus mendukung upaya pelestarian hutan.

Prof. Karyasa menjelaskan bahwa nanokomposit silika-karbon tidak hanya berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar kayu sintetik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, seperti bahan baku bio-silika, bubuk silikon-karbida, elektroda pengganti grafit, hingga material mekanik pengganti plat baja dan plat karbon.

“Material ini juga memiliki peluang besar untuk diterapkan pada bidang elektronik dan optik. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan memiliki cakupan pemanfaatan yang luas dan dapat menjawab kebutuhan industri di masa depan”, jelasnya.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pihak akademisi, pemerintah, dan industri dalam mendorong percepatan pengembangan serta pemanfaatan produk hasil riset. Melalui kegiatan ini, para peserta berdiskusi mengenai strategi pencapaian target luaran wajib tahap pertama dalam program Business Matching, khususnya dalam mendorong terbentuknya kontrak kerja sama dan/atau Letter of Intent (LoI) dengan mitra dari unsur Triple Helix yang meliputi akademisi, pemerintah, dan industri.

Selain membahas peluang kerja sama, FGD ini juga membahas pemetaan kebutuhan, manfaat, serta potensi pengembangan bisnis (value chain) produk-produk turunan nanokomposit silika-karbon dari sektor hulu hingga hilir. Pembahasan mencakup peluang pemanfaatan produk pada berbagai bidang, seperti pengembangan pupuk berbasis teknologi L2Nano, industri kreatif, serta sektor industri lainnya yang memiliki potensi menjadi pengguna produk inovasi tersebut.

Diskusi juga diarahkan untuk merumuskan model bisnis yang tepat dalam mendukung proses pengembangan, hilirisasi, hingga industrialisasi nanokomposit silika-karbon agar mampu berkembang menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku industri, diharapkan hasil riset ini dapat segera bertransformasi menjadi solusi teknologi yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Melalui program hilirisasi ini, Undiksha berharap inovasi nanokomposit silika-karbon dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan semakin mempercepat transformasi hasil riset menjadi inovasi yang bernilai guna bagi masyarakat luas.

Hadir berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Diantaranya Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Buleleng; Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP.,M.M., bersama Analis Kebijakan Ahli Muda Ketut Arsudipta, S.E.; Prof. Dr. Sutikno, S.T., M.T., Arianda Dwi Wanto dari PT. Tiara Kurnia; Ngakan Putu Miharja dari Bali Development Fund; Nyoman Gede Suma Artha dari CV. Balizen; Nyoman Partha dari PB. Suwela; serta Gede Wikrama Putra Setya Adi dari PT. Widra Natural Synthetic. #Adt