(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Tetapkan Buleleng Sebagai Lokus Kajian Provinsi

Admin brida | 27 Januari 2026 | 56 kali

Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Kajian Lingkup Bali yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah secara daring melalui zoom meeting, Selasa (27/1).

 

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi bersama untuk menyamakan persepsi sekaligus mengoordinasikan penentuan lokus kegiatan kajian yang akan dilaksanakan di Provinsi Bali. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Kabupaten Buleleng ditetapkan sebagai salah satu lokus kajian provinsi, bersama Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar.

 

Rapat koordinasi ini membahas dua isu strategis yang menjadi fokus utama, yaitu Implementasi Rumah Inovasi Indonesia sebagai ekosistem terintegrasi untuk mendorong kemandirian teknologi dan ekonomi bangsa, yang akan dituangkan dalam Kajian Pengembangan Rumah Inovasi Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Provinsi Bali, serta Kajian Implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah Provinsi Bali dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025.

 

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Brida Provinsi Bali serta Brida kabupaten/kota sebali. Brida Kabupaten Buleleng diwakili oleh I Putu Adhy Wicaksana Indra Saputra, S.Kom., M.Kom., dan Ni Made Sumbertiasih, S.E., M.M., selaku Analis Kebijakan Ahli Muda, yang turut aktif mengikuti diskusi dan penyampaian pandangan strategis bersama seluruh peserta.

 

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Brida Buleleng, Adhy Wicaksana menyampaikan bahwa telah melaksanakan sejumlah kajian strategis di bidang agribisnis serta kajian terkait pengelolaan sampah, termasuk berbagai inovasi yang telah diimplementasikan di Kabupaten Buleleng. Keikutsertaan Kabupaten Buleleng sebagai salah satu lokus kajian diharapkan dapat memperkuat kontribusi daerah dalam penyusunan kajian tingkat Provinsi Bali yang komprehensif, aplikatif, dan berbasis kebutuhan riil daerah.


Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar Brida sebali dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan kajian strategis yang berorientasi pada pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi. #Wck.