(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

BMB 8 Koleksi Ilmiah Miliki Nilai Ilmu Pengetahuan, Ekonomi, Sosial dan Budaya

Admin brida | 20 Mei 2026 | 56 kali

Buleleng - Webinar BRIN Menyapa Brida (BMB) Edisi 8 kali ini, Selasa (19/5) mengangkat tema pemanfaatan koleksi ilmiah sebagai dasar pengembangan solusi daerah berbasis riset dan inovasi. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Dr. Ir. Wiwiek Joelijani, M.T., Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah yang menyampaikan pentingnya pemanfaatan koleksi ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan dan inovasi daerah.

 

Selanjutnya narasumber Dina Safarinanugraha, S.P., M.Si., Ketua Tim Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah memaparkan materi mengenai koleksi ilmiah, pengelolaan dan pemanfaatan koleksi ilmiah, tantangan pengelolaan koleksi ilmiah serta proyeksi peningkatan pemanfaatan koleksi.

 

Menurut Dina Safarinanugraha, koleksi ilmiah adalah objek atau kumpulan objek yang memiliki nilai ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, dan budaya yang disimpan serta dikelola secara khusus untuk kepentingan ilmiah dan pendidikan, bukan hanya sekadar arsip penelitian, tetapi merupakan aset strategis nasional yang dapat mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Melalui Peraturan BRIN dan Peta Jalan 2025-2029, pengelolaan koleksi ilmiah secara langsung diarahkan untuk memecahkan masalah strategis melalui empat pilar utama, diantaranya; Swasembada Pangan, Kemandirian Kesehatan, Swasembada Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Lebih lanjut Dina memaparkan peran starategis BRIN dalam pengelolaan spesimen nasional, penyediaan infrastruktur data ilmiah, penyimpanan referensi biodiversitas, serta penguatan riset regional. Berdasarkan Perbrin Nomor 8 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Koleksi Ilmiah, penggunaan dan pemanfaatan koleksi ilmiah adalah untuk kegiatan riset (meliputi: data pendukung, bahan perbanyakan, rujukan ilmiah, validasi kualitas data sert bukti adanya keterkaitan) dan Kegiatan non riset (meliputi : konservasi ex situ, media pendidikan, media wisata pendidikan, sumber inspirasi karya, wisata, kegiatan komersial danatau kegiatan non riset lainnya). Pemanfaatan koleksi ilmiah diharapkan dapat memperkuat pembangunan daerah yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kekayaan sumber daya lokal.

 

Tantangan dalam pengelolaan koleksi ilmiah diantaranyanya keterbatasan sumber daya  manusia yang ada, pendanaan yang belum optimal, proses digitalisasi yang belum merata di seluruh lokasi koleksi ilmiah terutama di daerah dan masih rendahnya kolaborasi pengelolaan koleksi ilmiah dengan daerah. Untuk mengatasi tantangan tersebut dibutuhkan komitmen bersama, inovasi dan dukungan berkelanjutan.


Berdasarkan arah kebijakan 2025-2029 pemanfaatan koleksi ilmiah peningkatan tertinggi diproyeksikan pada riset terapan bidang pangan dan pertanian, penemuan obat baru (farmasi), konservasi berbasis genetik dan yang terendah adalah edukasi dan pameran publik. #Eka