Unipas Singaraja Persiapkan Renstra Periode 2026-2030
Admin brida | 25 Februari 2026 | 388 kali
Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Rencana Strategis (Renstra) Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, LPM, dan LP2M periode 2026–2030, Rabu (25/2) di ruang sidang setempat.
Kegiatan ini di buka oleh Dr. I Nyoman Gede Remaja, S.H., M.H., selaku Rektor Universitas Panji Sakti dan dihadiri dari perwakilan BKPSDM, PHRI, HIPMI, PERADI, Ketua Forum BUMDes, Kepala BKS LPD Kabupaten Buleleng, Perwakilan alumni dari masing-masing fakultas serta jajaran civitas akademik Unipas.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka penyusunan arah kebijakan dan pengembangan kelembagaan UNIPAS lima tahun ke depan. Dalam sesi pemaparan pertama, disampaikan bahwa Renstra Unipas 2026-2030 merupakan dokumen perencanaan strategis sebagai pedoman pengembangan universitas dalam mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi unggul pada tahun 2045. Dokumen ini dirancang sebagai landasan transformasi kelembagaan yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.
Pemaparan kedua menyoroti Rencana Strategis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unipas periode 2026–2030 yang berfokus pada penguatan kemandirian IPTEKS menuju tahun 2030. Transformasi riset dan pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas utama, dengan pendekatan dari evaluasi menuju inovasi. Strategi ini diarahkan untuk mewujudkan LP2M sebagai pusat rujukan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian visi “Unggul 2045”.
Sementara itu, pemaparan ketiga membahas Rencana Strategis Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Unipas periode 2026-2030 sebagai pedoman penguatan sistem penjaminan mutu internal. Dokumen ini bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja akademik secara berkelanjutan, melalui penguatan standar mutu, monitoring dan evaluasi, serta budaya mutu di seluruh lingkungan universitas.
Partisipasi BRIDA Buleleng dalam FGD ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Kabupaten Buleleng. Melalui kolaborasi yang terintegrasi, diharapkan perencanaan strategis UNIPAS dapat selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam pemanfaatan riset dan inovasi sebagai landasan pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti (evidence-based policy).
Kegiatan FGD ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Buleleng yang unggul dan berdaya saing. #Anw.