Kolaborasi Riset Literasi dan Numerasi, Buleleng Jadi Praktek Baik Penanganan Learning Crisis
Admin brida | 09 Maret 2026 | 1087 kali
Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menghadiri kegiatan Roundtable Discussion bertajuk “Pembentukan Konsorsium Riset Intervensi Literasi dan Numerasi Indonesia” yang diselenggarakan di Gedung Balingkang, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Senin (9/3).
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan urat nadi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, fenomena masih adanya siswa yang belum mampu membaca dan berhitung sesuai tingkat usianya menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Kadek Suranata, S.Pd., M.Pd., Kons., memaparkan Laporan Eksekutif Intervensi Klinis Literasi Siswa SMP di Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menemukan adanya fenomena learning crisis, dimana sebagian siswa hadir di kelas namun belum mampu mencapai kompetensi dasar membaca dan berhitung atau dikenal sebagai learning poverty.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Undiksha bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan sekolah mitra mengembangkan model penanganan kolaboratif melalui pendampingan intensif dengan pendekatan shadow learning, yaitu 1 dosen mendampingi 1 sekolah dan 1 mahasiswa mendampingi 1 siswa, dengan frekuensi intervensi 2–3 kali per minggu.
Pendekatan ini juga memanfaatkan diagnosis dan intervensi berbasis neurosains, termasuk penggunaan teknologi EEG real-time untuk menganalisis fungsi kognitif siswa, meningkatkan konsentrasi, serta memperkuat fungsi eksekutif seperti memori kerja dan fleksibilitas kognitif. Hasilnya menunjukkan peningkatan kelancaran membaca hingga 37% pada siswa dengan gangguan konsentrasi setelah mengikuti 12 sesi intervensi neurofeedback.
Paparan tersebut menegaskan bahwa krisis pembelajaran bukanlah kegagalan siswa, melainkan tanda bahwa sistem pendidikan perlu bertransformasi. Praktik baik intervensi literasi dan numerasi di Kabupaten Buleleng menunjukkan bahwa dengan pendekatan berbasis bukti, personalisasi, dan kolaborasi, siswa yang tertinggal dapat berkembang menjadi siswa unggul.
Kegiatan ini juga menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. dr. Fauzan, M. Pd, yang memberikan arahan terkait pembentukan konsorsium riset. Ia menekankan pentingnya transformasi peran perguruan tinggi melalui penguatan Tri Dharma, agar pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat benar-benar mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi harus mendorong riset yang berorientasi pada solusi pembangunan dan kebutuhan nasional, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah agar kebijakan publik dapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang kuat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan, SSTP, MM beserta jajaran, serta perangkat daerah terkait. Sekda Buleleng menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mendorong kebijakan pembangunan berbasis riset melalui kerja sama dengan Undiksha. Hasil-hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.
Melalui pembentukan konsorsium riset ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah dapat memperkuat upaya penanganan krisis literasi dan numerasi, sekaligus menjadi model yang dapat dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. #Sck.