Brida News - Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng, I Nyoman Pande Sumertha, S.E., I Gede Suardika, S.E., M.Pd., Made Sumbertiasih, S.E., M.M., Made Anik Widyastuti, S.T., M.M., mengikuti undangan Diseminasi Penelitian Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja Tahun Anggaran 2025, Selasa (2/12) di ruang Rektorat setempat.
Diseminasi dipimpin Wakil Rektor II IAHN Mpu Kuturan, Dr. Nyoman Miartha Putra, mewakili Rektor. Dr. Miartha menyampaikan diseminasi ini adalah bagian dari proses penelitian, karena memang pendidikan di perguruan tinggi salah satu pengabdian dimasyarakat berupa penelitian. Menurutnya, beberapa periode pernah dilaksanakan secara daring, dan hari ini karena harmonisasi anggaran pelaksanaannya secara langsung serta lifestriming.
Lebih lanjut, Miartha menegaskan bahwa kegitan ini juga merupakan kegiatan wajib sebagai salah satu tahapan dalam proses penelitian, untuk menerima masukan dan saran dari peserta terhadap penguatan karya-karya dari dosen-dosen IAHN yang telah melakukan penelitian, baik dalam Bidang Pendidikan, Agama, Sosial dan Budaya.
Diharapkan kesempatan yang baik ini digunakan untuk sharing dalam berbagi penelitian, yang dilakukan dalam rentang kurun waktu enam bulan. Penelitian yang dilakukan diharapkan mendapat khasanah peningkatan akademik, termasuk juga memperkuat akademik pada mahasiswa yang nantinya bisa diaplikasikan pada kegiatan-kegiatan Pemerintah Daerah serta steak horder lainnya.
Pelaksanaan penelitian yang dilakukan IAHN Tahun Anggaran 2025, diantaranya; 1) Keberlanjutan Widyalaya di Indonesia (Studi Kasus Utama Widyalaya di Provinsi Bali); 2) Jejak Pemujaan dan Representasi Ikonografi Mpu Kuturan Pada Situs Keagamaan di Bali; 3) Sapuh Leger di Pura Manik Dalang Desa Pemaron Buleleng; 4) Dimensi Psikologis Ajaran Bhujangga : Studi Indisipliner Antara Psikologi Hindu dan Kebudayaan Lokal Masyarakat Batur; 5) Pengelolaan Sekolah Keagamaan Hindu Berbasis Ekopedagogi Menuju Pendidikan Ramah Lingkungan Dalam perspektif Hindu di Kabupaten Buleleng; 6) Wayang Sebagai Ritual Fundamental; 7) Tantangan dan Strategi Keberlanjutan Media Online Lokal di Kabupaten Buleleng; 8) Etnosains Bali Aga Dalam Kain Gringsing Motif Wayang: Representasi Ritus Identitas Budaya Desa Adat tenganan Pegringsingan; dan 9) Konstruksi Pendidikan Karakter Hindu Berwawasan Eko Religi Melalui Pelaksanaan Tradisi Agraris di Kecamatan Penebel Tabanan.
Acara dihadiri perwakilan Kemenkum Provinsi Bali, Brida Bali, dan beberapa perangkat daerah dari Pemkab Buleleng. #Igs.