BRIDA, Brida Kabupaten Buleleng mengikuti Webinar yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bertajuk “Brida Optimal Menggapai Asta Cita sebgai Hub Kolaborasi untuk Hilirisasi IPTEK, Riset dan Inovasi Solusi Daerah dan Maningkatkan Ekonomi Daerah”, Kamis (27/2) secara zoom meeting.
Webinar dibuka oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi
yang diikuti oleh Brida/Bapperida/Balitbangda/Bappelitbangda Provinsi/Kabupaten/Kota.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran
tentang pentingnya peran Brida dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah
berbasis bukti (data dan fakta). Selain itu dalam kegiatan ini juga menekankan
peran dan kontribusi BRIDA dalam menjalankan tugas dan fungsi secara optimal,
mendorong pemanfaatan platform data dan riset untuk pelaksanaan kajian berbasis
bukti, mendorong sinergi antara BRIDA, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
Pembangunan.
Materi pertama, Strategi Brida berperan Optimal dalam Pembangunan Daerah,
dipaparkan Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr.
Ir. Wiwiek Joelijani, MT. Dalam paparannya disampaikan bahwa Brida memiliki
peran dalam mewujudkan ekosistem riset dan inovasi di daerah yang berkelanjutan
dan berdampak nyata bagi masyarakat. Untuk mencapai hal ini, Brida perlu
berperan optimal dalam menjalankan tugas dan fungsi serta mempunyai strategi
dan langkah konkret yang melibatkan kolaborasi antar-pemangku kepentingan,
pemanfaatan hasil riset, serta penciptaan lingkungan yang mendukung inovasi. Brida
optimal dapat didukung oleh BRIN melalui kegiatan-kegiatan pembinaan teknis. BRIN
selaku pembina teknis Brida sesuai Pasal 57 PerBRIN No 5 Tahun 2023 telah
melakukan pembinaan teknis kepada Brida sejak tahun 2022 sampai dengan sekarang.
Materi kedua, Inovasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Daerah dipaparkan oleh Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek, Kementerian PPN/Bappenas, Andri NR Mardiah. Dalam paparannya disampaikan pengembangan ekosistem Iptekin berjenjang di setiap daerah menjadi salah satu Kebijakan Utama dalam RPJPN 2025-2045. Iptekin diharapkan menjadi salah satu focus utama pembangunan daerah, yang dapat mendukung dasar perencanaan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi dan kerjasama dengan perguruan tinggi serta BRIN dalam pengembangan ekosistem Iptekin di daerah harus terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem iptekin yang berkelanjutan.
Materi
ketiga, Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Teknologi yang dipaparkan Kepala Brida
Kalimantan Timur, Dr. Fitriansyah. Provinsi Kalimantan Timur dalam melaksanakan
kegiatan bidang rist dan inovasinya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak
diantaranya K/L, yaitu dengan BRIN, Pemerintah Daerah salah satunya dengan DKI
Jakarta, Perguruan tinggi (kerjasama dilakukan dengan PT yang ada di wilayah
Kalimantan Timur bahkan sampai ke luar negeri yaitu dengan Belanda), sekolah
(dengan pihak sekolah karena BRIDA Kaltim kekurangan SDM Peneliti maka pihak
sekolah mengajak sejak dini siswa agar bisa menjadi peneliti), LSM, Masyarakat
Binaan melalui fasilitasi KI, Perusahaan tambang di wilayah Kalimantan Timur,
asosiasi/himpunan dan pihak lainnya. #Eka.