Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebagai salah satu wujud nyata kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Kegiatan donor darah ini dilaksanakan di kawasan Monumen Tri Yudha Sakti Singaraja, Rabu (24/12) yang pada tahun 2025 ditetapkan sebagai pusat Posko Terpadu Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Buleleng.
Keikutsertaan Brida dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan
terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat
kesiapsiagaan bencana, khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru
2026. Donor darah menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi, terutama untuk
memastikan ketersediaan stok darah bagi kebutuhan darurat apabila terjadi bencana.
Pembentukan Posko Terpadu Kesiapsiagaan Bencana yang beroperasi selama 24
jam penuh dilakukan sebagai respons atas peringatan dari Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menginformasikan adanya bibit siklon
tropis 93S yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat,
angin kencang, hingga risiko banjir bandang di wilayah Bali dan sekitarnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan donor darah ini, Brida Buleleng berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi lintas perangkat daerah dalam menghadapi ancaman bencana secara terencana, cepat, dan terpadu.
Melalui
kesiapsiagaan yang diperkuat sejak dini, dampak dari potensi bencana akibat
cuaca ekstrem dapat diminimalkan, serta keselamatan dan ketahanan masyarakat
Buleleng dapat terus terjaga. #Ang.