(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Harga Kurang Menjanjikan Petani Anggur Banjar Ingin Beralih

Admin brida | 28 April 2026 | 329 kali

Mungkinkah hanya karena harga anggur yang kurang menjanjikan, petani ingin beralih? Memang jika dibandingkan antara anggur hitam Bali dengan anggur merah, anggur hitam jauh lebih murah.

Anggur hitam merupakan salah satu hasil pertanian khas Desa Banjar, Kecamatan Banjar di Buleleng yang dikenal dengan Anggur Bali Banjar. Anggur ini telah berkembang sejak tahun 1980 dengan karakteristik lokal yang sebenarnya mampu bersaing dengan daerah lain. Potensi pengembangannyapun cukup tinggi, meski terdapat kendala pada produksi dan pemasaran.

Tim Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Senin (27/4) kemarin telah melakukan survei ke lokasi dan wawancara langsung dengan petani disana. Hasilnya, beragam keluhan disampaikan petani terkait anggur hitam, diantaranya tidak konsistennya produksi, sistem pemasaran yang kurang, biaya perawatan lumayan besar, serta yang paling menjadi ukuran yaitu harga pasar yang jauh kalah dari anggur lain seperti anggur merah dan jenis lainnya. Petani juga menyatakan keinginannya untuk beralih ke anggur yang lebih menjanjikan.

Jika hal itu terjadi, maka bukan tidak mungkin Anggur Bali Banjar akan hilang secara perlahan. Oleh karenanya, diperlukan sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten dalam mencari solusi terbaik, agar dapat mendorong para petani dalam berproduksi.

Upaya Brida Buleleng tentunya akan menjamin fasilitasi perlindungan hukum melalui pendaftaran HKI Indikasi Geografis (IG) ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum RI. Dengan terdaftar HKI IG, maka klaim dari daerah lain tidak akan pernah terjadi. Demikian pula para petani dapat terus berproduksi dan meningkatkan nilai jual melalui keunggulan karakteristiknya.

Di sisi lain, Brida juga akan berusaha mencarikan alternatif berupa inovasi dalam mengolah anggur hitam, menjadi produk terkini yang mampu bersaing sesuai perkembangan zaman. Instansi terkait lainnya di Buleleng, adakah solusi? #Wdy