Pertanian kopi di Kabupaten Buleleng terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Arabika dan Robusta. Arabika lebih dominan di dataran tinggi seperti Desa Gobleg dan Tambakan, sementara Robusta tumbuh luas di wilayah dataran menengah hingga rendah seperti Seririt, Busungbiu, dan Kubutambahan. Data menunjukkan bahwa produktivitas kopi Arabika mampu bersaing di pasar premium, namun keterbatasan infrastruktur dan sistem pascapanen masih membatasi pencapaian nilai tambah.
Kopi Robusta memiliki areal tanam yang lebih luas dan produksi lebih
besar, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk biji kering tanpa
pengolahan lebih lanjut. Hal ini membuat nilai jualnya relatif rendah dan
rantai nilai kopi belum optimal. Dengan demikian, meskipun kedua jenis kopi
memiliki potensi besar, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala
struktural.
Tabel Kondisi Eksisting Kopi Buleleng
| Jenis Kopi | Lokasi Utama | Karateristik Produksi | Tantangan Utama |
| Arabika | Gobleg, Tambakan | Kualitas premium, volume terbatas | Infrastruktur pascapanen, modal |
| Robusta | Seririt, Busungbiu, Kubutambahan | Volume besar, pasar komersial | Hilirisasi terbatas, branding lemah |
Sumber: Saraswati Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025 (Hal. 45)