(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Kondisi Eksisting Pertanian Kopi di Kabupaten Buleleng

Admin brida | 12 Februari 2026 | 651 kali

Pertanian kopi di Kabupaten Buleleng terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Arabika dan Robusta. Arabika lebih dominan di dataran tinggi seperti Desa Gobleg dan Tambakan, sementara Robusta tumbuh luas di wilayah dataran menengah hingga rendah seperti Seririt, Busungbiu, dan Kubutambahan. Data menunjukkan bahwa produktivitas kopi Arabika mampu bersaing di pasar premium, namun keterbatasan infrastruktur dan sistem pascapanen masih membatasi pencapaian nilai tambah.


Kopi Robusta memiliki areal tanam yang lebih luas dan produksi lebih besar, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk biji kering tanpa pengolahan lebih lanjut. Hal ini membuat nilai jualnya relatif rendah dan rantai nilai kopi belum optimal. Dengan demikian, meskipun kedua jenis kopi memiliki potensi besar, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala struktural.


Tabel Kondisi Eksisting Kopi Buleleng

Jenis KopiLokasi UtamaKarateristik ProduksiTantangan Utama
ArabikaGobleg, TambakanKualitas premium, volume terbatasInfrastruktur pascapanen, modal 
RobustaSeririt, Busungbiu, KubutambahanVolume besar, pasar komersialHilirisasi terbatas, branding lemah


Sumber: Saraswati Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng Volume 4 Nomor 2 Tahun 2025 (Hal. 45)