(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Sampah Jadi Berkah: TPS 3R Baktiseraga Hasilkan Kompos dan Kurangi Beban TPA

Admin brida | 16 April 2026 | 702 kali

Permasalahan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan, khususnya dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mendorong perlunya implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber dan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai bagian dari pengelolaan sampah dari hulu, yaitu dari sumber penghasil sampah.

 

TPS 3R Baktiseraga Bersih merupakan salah satu contoh keberhasilan pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yang telah beroperasi sejak tahun 2020. Pengelolaan sampah di lokasi ini berfokus pada pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi, serta daur ulang sampah anorganik.

 

Keberhasilan TPS 3R Baktiseraga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Selain itu, sistem pengangkutan sampah di tingkat rumah tangga juga telah diatur dengan baik, dimana pengambilan sampah organik dan nonorganik dilakukan pada hari yang berbeda sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Apabila sampah tidak dipilah oleh warga, maka pengelola tidak akan melakukan pengambilan sampah tersebut. Kebijakan ini menjadi bentuk edukasi sekaligus penegakan disiplin dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain itu, TPS 3R ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan sering menjadi lokasi studi banding bagi berbagai pihak, serta pernah mendapatkan kunjungan dari berbagai instansi pusat.

 

Bagian dari upaya penguatan kebijakan berbasis data, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng melaksanakan pendampingan terhadap Tim Penyusun Kajian Implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah Provinsi Bali (GBBS) dalam rangka pendalaman data dan fakta lapangan. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan langsung ke TPS 3R Baktiseraga Bersih sebagai salah satu lokasi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Buleleng, Kamis (16/4) pagi.

 

Kegiatan survei lapangan tersebut dilaksanakan oleh Analis Kebijakan Ahli Madya BRIN, Argoposo C. Nugroho bersama Peneliti BRIN, I Gusti Ngurah Jayanti. Kehadiran tim disambut langsung oleh pengelola TPS 3R Baktiseraga Bersih yang berada di bawah pengelolaan Unit Pengelolaan Sampah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Desa Baktiseraga.

 

Dalam pengelolaannya, sampah organik seperti sampah dapur dan ranting diolah menjadi pupuk kompos yang tidak berbau dan memiliki kualitas baik. Proses pengolahan menggunakan metode Osaki dengan waktu produksi sekitar tiga bulan hingga siap dipasarkan. Produk kompos yang dihasilkan memiliki permintaan yang tinggi dan didistribusikan secara produktif kepada berbagai pihak, terutama petani lokal di wilayah Baktiseraga dan sekitarnya.

 

Selain itu, hasil olahan juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan urban farming desa, serta dipasarkan kepada masyarakat umum melalui sistem pemesanan. Pengelolaan dan pemasaran produk berada di bawah naungan BUMDes Desa Baktiseraga. Adapun produk yang dihasilkan meliputi media tanam, pupuk kompos, arang sekam, pupuk cair, serta pupuk kandang (kohe kambing) dengan harga yang terjangkau.

 

Upaya tersebut terbukti mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA secara signifikan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh data dan informasi yang komprehensif sebagai bahan penyusunan kajian implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah, sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Provinsi Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng. #Sck