Ketika aku sembuh dari luka, sembuh dari sakit yang melebihi sakit itu,
maka disitu dengan jelas kebenaran dapatku tatap. Sebab ketika aku sakit, akal
sehatku dipengaruhi oleh kesadaran yang tidak sempurna. Terkadang ingin
menjalin hubungan terlarang demi mengobati luka. Namun hatiku berkata
"jangan kau susuri jalan terlarang itu!". Sesaat aku pikir kata
hatiku, aku jalani dengan keraguan di tengah keindahan yang mungkin dengan
mudah mengajakku pada jalan terlarang. Dalam keraguan aku terus berjalan tanpa
keputusan pasti. Sampai pada akhir yang sebenarnya aku tidak tahu apakah itu
tujuanku, aku sembuh secara alami dengan dibantu kikisan waktu. Akal sehatkupun
kembali pada kesempurnaannya, sembari meyakinkanku bahwa kata hatiku adalah
kebenarannya.
Oleh: I Wayan Widya Dharmayasa