Hasil analisis risiko bencana kebakaran, diketahui bahwa kebakaran di Kabupaten Buleleng terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran gedung dan bangunan. Karhutla lebih banyak terjadi di wilayah dengan tutupan hutan dan musim kemarau panjang, seperti di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula, yang memiliki potensi bahaya dan risiko tinggi. Sementara itu, kebakaran gedung dan bangunan banyak terjadi akibat korsleting listrik, kebocoran gas, dan kelalaian manusia, serta di lokasi-lokasi rawan seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jenis kebakaran yang terjadi didominasi oleh kebakaran gedung dan bangunan. Mengantisipasi tingginya potensi kebakaran, walaupun indeks kapasitas di seluruh kecamatan tergolong sedang, masih diperlukan peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu, strategi penanggulangan kebakaran di Kabupaten Buleleng perlu mencakup penguatan sistem proteksi aktif pada bangunan, peningkatan kapasitas penanganan karhutla, edukasi masyarakat, serta penguatan regulasi dan pengawasan untuk menekan risiko serta dampak ekonomi dan lingkungan akibat kebakaran.
Sumber: Himpunan Buku Hasil Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten
Buleleng Tahun 2025 Brida Buleleng (hal. 15)