Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bersama Tim Juri telah menetapkan 10 inovasi terbaik dalam Lomba Kreasi Inovasi Perangkat Daerah dan Masyarakat Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat Tim Juri, Rabu (8/7) di kantor Brida setelah seluruh proposal inovasi melewati proses penilaian berdasarkan aspek kebaruan, manfaat, implementasi, keberlanjutan, serta dampak terhadap pembangunan daerah dan masyarakat.
Lomba tahun ini mendapat antusiasme yang tinggi dari perangkat daerah
maupun masyarakat. Berbagai inovasi yang diusulkan mencerminkan komitmen para
inovator dalam menghadirkan solusi kreatif terhadap berbagai tantangan
pembangunan di Kabupaten Buleleng, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan
publik, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan teknologi, pelestarian
budaya, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penilaian Tim Juri, telah ditetapkan 10 inovasi terbaik
dari masing-masing kategori yang selanjutnya akan mengikuti tahapan Monitoring
dan Evaluasi (Monev). Tahapan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan
sekaligus pendalaman terhadap implementasi inovasi, tingkat kebermanfaatan,
keberlanjutan, serta dampak nyata yang dihasilkan.
Pada kategori Perangkat Daerah, sepuluh inovasi terbaik terdiri atas
Buleleng Entrepreneur Academy (BEA), Posko Do, TPS-3R Plus, Sigercep Cakap, Adipara,
Ikhlas, Siajaib, CSIRT Bulelengkab, Program Sahabat Digital, Lan Takonin, dan Lakor.
Sementara itu, pada kategori Masyarakat, sepuluh inovasi terbaik meliputi
Buldetech Membrane, Aksaraloka, Madu Bali Aga, Si-Minuha, Google Sites – Sabha
Lango, Unit Kesehatan Desa (UKD) Sangsit, Hospitality Integrated Triangle
System (HITS), PAUD Merakyat, Paon Bali Smiker, serta Sistem Pelayanan
Administrasi Kelurahan Banyuasri Berbasis Online Tahun 2026.
Selanjutnya, Tim Juri akan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi terhadap seluruh inovasi yang masuk dalam 10 besar. Hasil dari proses tersebut akan menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan tiga inovasi terbaik pada masing-masing kategori. Dengan demikian, penetapan 10 besar ini merupakan tahapan penting sebelum ditentukan pemenang akhir Lomba Kreasi Inovasi Perangkat Daerah dan Masyarakat Kabupaten Buleleng Tahun 2026.
Melalui penyelenggaraan lomba ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap
budaya inovasi terus tumbuh di lingkungan perangkat daerah maupun masyarakat
sehingga mampu melahirkan berbagai solusi kreatif yang memberikan manfaat
nyata, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya pembangunan
Kabupaten Buleleng yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada
pelayanan kepada masyarakat. #Wck