... Dokumen RIPJPID ini menjadi salah satu dokumen yang menjadi masukan bagi penyusunan dokumen teknokratis RPJMD 2025-2029 Kabupaten Buleleng. Adapun sasaran RIPJPID Kabupaten Buleleng untuk memberikan arah pelaksanaan riset dan inovasi daerah serta pemanfaatannya untuk mendukung target kinerja Bupati dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan tahun 2025-2029. Oleh karena itu, penyusunan RIPJPID yang tepat waktu dan berkualitas menjadi urgen untuk dilaksanakan. Substansi pokok yang tercantum di dalam dokumen RIPJPID terdiri atas produk unggulan daerah dan permasalahan utama yang dihadapi Kabupaten Buleleng selama tahun 2025-2029.
Di dalam RPIJPID
Kabupaten Buleleng dikembangkan empat belas produk unggulan daerah, yaitu: (1)
kelapa, (2) padi, (3) kopi, (4) mangga, (5) durian, (6) garam, (7) pariwisata
dan ekonomi kreatif, (8) jagung, (9) manggis, (10) cengkeh (11) anggur, (12) perikanan,
(13) kerajinan, (14) peternakan sapi Bali. Di samping itu, diusulkan juga
sembilan permasalahan utama daerah, yaitu: (1) permasalahan krisis air, (2) penanggulangan
sampah, (3) permasalahan pengembangan potensi wisata, (4) penanggulangan bencana,
(5) pemberdayaan UMKM, (6) pemerataan kualitas pendidikan, (7) pemerataan
layanan kesehatan, (8) perbaikan kualitas jalan dan (9) pengentasan kemiskinan.
Program-program indikatif disusun berdasarkan hasil penemuan ini. Program indikatif tersebut diharapkan selanjutnya dapat dimasukan sebagai program-program yang tercantum di dalam rancangan RPJMD Kabupaten Buleleng. Indikator keberhasilan pemajuan iptek di Kabupaten Buleleng adalah semakin berkembanganya produk unggulan daerah serta menjadi besar peranannya produk domestik regional bruto. Di samping itu, indikator lainnya adalah permasalahan-permasalahan di daerah dapat dipecahkan sehingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Saraswati Jurnal Kelitbangan Kabupaten Buleleng Volume 4
Nomor 2 Tahun 2025 (Hal. 33-34)