Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng (BRIDA) menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan di Rumah Plastik Mandiri, Rabu (18/2). Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng dan berlangsung selama tiga hari, dari sekarang hingga 20 Februari 2026, secara luring dan daring.
Kegiatan Bimtek secara resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman
Sutjidra. Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa persoalan sampah
merupakan prioritas pembangunan, baik di tingkat Kabupaten Buleleng maupun
Provinsi Bali. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang menyeluruh, tidak
hanya dari aspek pengelolaan, tetapi juga pada pengembangan produk turunan
hasil pengolahan sampah yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga peluang inovasi.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan riset serta inovasi, sampah dapat
diubah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai jual”, tegas Bupati.
Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat daerah,
komunitas, serta pengelola bank sampah dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah
berbasis sumber dan pengembangan ekonomi sirkular. Materi yang diberikan
meliputi strategi pengurangan sampah, teknik pemilahan dan pengolahan, hingga
inovasi pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kreatif dan fungsional.
Keikutsertaan BRIDA Kabupaten Buleleng dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung kebijakan daerah berbasis riset dan inovasi, khususnya dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan lahir berbagai inovasi daerah yang mampu menjawab tantangan persampahan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Dengan penyelenggaraan kegiatan secara hybrid (luring dan daring), Bimtek
ini mampu menjangkau peserta lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara
pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Buleleng yang
bersih, hijau, dan berdaya saing. #Wck.