Buleleng - Komitmen memperkuat budaya literasi di Buleleng kembali mendapat dorongan nyata dengan diresmikannya Perpustakaan Mahima Singaraja, Selasa (31/3). Peresmian ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna yang ditandai dengan pemotongan pita di tengah antusiasme pelajar, komunitas, dan pegiat literasi.
Dalam sambutannya,
Wabup Supriatna menegaskan pentingnya peran komunitas dalam menjaga eksistensi
sastra di daerah. Kehadiran Mahima dinilai menjadi garda depan dalam merawat
denyut seni sastra, sekaligus memperkuat identitas Buleleng sebagai pelopor
sastra modern di Bali.
“Perpustakaan ini
bukan sekadar ruang membaca, tetapi ruang tumbuh tempat berdiskusi, berproses,
dan berkarya”, pesannya kepada generasi muda.
Selain itu, ia juga
mendorong keseimbangan pengembangan seluruh cabang seni budaya termasuk sastra agar
semakin sering tampil dan diapresiasi. Sinergi dengan lembaga budaya seperti
Gedong Kirtya pun diharapkan mampu memperkuat literasi berbasis kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua
Yayasan Mahima Singaraja, Kadek Sonia Piscayanti, menyebut perpustakaan ini
sebagai hadiah kecil dengan visi besar untuk Kota Singaraja menuju kota
literasi, kota sastra, dan kota pendidikan.
Perpustakaan Mahima hadir bukan sebagai ruang statis, tetapi sebagai pusat aktivitas literasi yang hidup dengan berbagai koleksi sastra, karya komunitas, hingga ruang belajar menulis dan berkarya bagi generasi muda.
Peresmian ini turut
dihadiri oleh Kepala Brida Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, bersama
jajaran OPD lingkup Pemkab Buleleng, diantaranya Dinas Arsip dan Perpustakaan
Daerah, Disdikpora, Disbudpar, Perbekel Baktiseraga, dan juga siswa-siswi
diseputaran Kota Singaraja. #Sck