(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

BRIN Sosialisasikan Skema Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi

Admin brida | 13 Maret 2026 | 1058 kali

Buleleng - Para Analis Kebijakan Ahli Muda Brida Buleleng mengikuti zoom meeting “Sosialisasi Skema Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi” yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Kemitran Riset dan Inovasi, Jumat (13/3). Skema merupakan layanan yang diberikan BRIN kepada Institusi seperti Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi dan Organisasi Nirlaba lainnya yang membutuhkan implementasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan hasil riset, dan inovasi BRIN serta hasil akuisisi pengetahuan dari peneliti BRIN.

 

Sosialisasi dibuka oleh Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi, Dr. Asep Riswoko, S.Eng., M.Eng., dan paparan skema Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi (DPKPRI) oleh Dr. Wihatmoko Waskitoaji selaku Ketua Tim Fungsi Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi.

 

Menurut Dr. Asep Riswoko, tujuan dari program Diseminasi dan Penguatan Riset dan Inovasi untuk meningkatkan pemanfaatan hasil riset melalui berbagai kegiatan diseminasi dan peningkatan kapasitas pengguna, antara lain: meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi, memperluas akses pengguna terhadap teknologi, meningkatkan kapasitas pengguna dalam mengadopsi teknologi, mendukung percepatan hilirisasi inovasi. Sasaran dan Program yang meliputi: Kemeterian, Lembaga Pemerintah, Lembaga Non Pemerintah, Pemerintah Daerah, Yayasan, Perguruan Tinggi, Badan hukum dan/Organisasi Nirlaba lainnya.

 

Sesuai pemaparan, bahwa tantangan pemanfaatan riset sering menghadapi berbagai hambatan yang menghambat proses adopsi teknologi oleh pengguna. Beberapa faktor penyebab antara lain: terbatasnya informasi mengenai teknologi yang tersedia, rendahnya kapasitas pengguna dalam mengadopsi teknologi, kurangnya intereaksi antara peneliti dan pengguna, keterbatasan kegiatan diseminasi hasil riset dan minimnya pendampingan implementasi teknologi.  Tanpa adanya upaya diseminasi dan peningkatan kapasitas pengguna, hasil penelitian berpotansi tidak dimanfaatkan secara optimal, hal ini dapat menghambat upaya peningkatan produktifitas dan daya saing nasional.

 

Lebih lanjut, Asep Riswoko menegaskan bahwa Program Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi adalah upaya untuk menyebar luaskan dan meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan dan inovasi BRIN. Dengan skema ini, BRIN dapat mengirim peneliti untuk membantu proses pemanfaatan tersebut. Contoh dalam Diseminasi Hasil riset dan Inovasi: Sosialisasi hasil riset dan inovasi, Seminar atau mimbar ilmiah popular, Diseminasi teknologi diberbagai bidang seperti pertanian, pangan, kesehatan, sosial dan kebencanaan.

 

Contoh dalam kegiatan Pelatihan: Pelatihan teknologi pertanian dan peternakan, Pelatihan pengembangan usaha UMKM, Pelatihan digial marketing dan peningkatan kapasitas usaha (Pelatihan ini dapat dilaksanakan selam 1 hari atau lebih sesuai kebutuhan kegiatan), kemudian contoh dalam kegiatan Bimbingan Teknis/Workshop: Bimbingan teknis pembuatan pupuk organnik, Teknik pengemasan produk UMKM, Pembuatan Vidio marketing, Penyusunan karya tulis ilmiah (kegiatan bimbingan teknis ini dapat dilaksanakan 1 hari atau lebih serta dapat dilakukan secara serial untuk memastikan hasil praktik dapat dievaluasi oleh instruktur). Diakhir sosialisasi dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dengan peserta sosialisasi. #Igs.