Buleleng - Para Analis
Kebijakan Ahli Muda Brida Buleleng mengikuti zoom meeting “Sosialisasi Skema
Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi” yang
dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat
Kemitran Riset dan Inovasi, Jumat (13/3). Skema merupakan layanan yang
diberikan BRIN kepada Institusi seperti Kementerian/ Lembaga, Pemerintah
Daerah, Perguruan Tinggi dan Organisasi Nirlaba lainnya yang membutuhkan
implementasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan
hasil riset, dan inovasi BRIN serta hasil akuisisi pengetahuan dari peneliti
BRIN.
Sosialisasi dibuka oleh Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi, Dr. Asep
Riswoko, S.Eng., M.Eng., dan paparan skema Diseminasi dan Penguatan Kapasitas
Pengguna Riset dan Inovasi (DPKPRI) oleh Dr. Wihatmoko Waskitoaji selaku Ketua
Tim Fungsi Diseminasi dan Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi.
Menurut Dr. Asep Riswoko, tujuan dari program Diseminasi dan Penguatan
Riset dan Inovasi untuk meningkatkan pemanfaatan hasil riset melalui berbagai
kegiatan diseminasi dan peningkatan kapasitas pengguna, antara lain:
meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi, memperluas akses pengguna
terhadap teknologi, meningkatkan kapasitas pengguna dalam mengadopsi teknologi,
mendukung percepatan hilirisasi inovasi. Sasaran dan Program yang meliputi:
Kemeterian, Lembaga Pemerintah, Lembaga Non Pemerintah, Pemerintah Daerah, Yayasan,
Perguruan Tinggi, Badan hukum dan/Organisasi Nirlaba lainnya.
Sesuai pemaparan, bahwa tantangan pemanfaatan riset sering menghadapi
berbagai hambatan yang menghambat proses adopsi teknologi oleh pengguna. Beberapa
faktor penyebab antara lain: terbatasnya informasi mengenai teknologi yang
tersedia, rendahnya kapasitas pengguna dalam mengadopsi teknologi, kurangnya
intereaksi antara peneliti dan pengguna, keterbatasan kegiatan diseminasi hasil
riset dan minimnya pendampingan implementasi teknologi. Tanpa adanya upaya diseminasi dan peningkatan
kapasitas pengguna, hasil penelitian berpotansi tidak dimanfaatkan secara
optimal, hal ini dapat menghambat upaya peningkatan produktifitas dan daya
saing nasional.
Lebih lanjut, Asep Riswoko menegaskan bahwa Program Diseminasi dan
Penguatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi adalah upaya untuk menyebar
luaskan dan meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan dan inovasi BRIN. Dengan
skema ini, BRIN dapat mengirim peneliti untuk membantu proses pemanfaatan
tersebut. Contoh dalam Diseminasi Hasil riset dan Inovasi: Sosialisasi hasil
riset dan inovasi, Seminar atau mimbar ilmiah popular, Diseminasi teknologi
diberbagai bidang seperti pertanian, pangan, kesehatan, sosial dan kebencanaan.
Contoh dalam kegiatan Pelatihan: Pelatihan teknologi pertanian dan peternakan, Pelatihan pengembangan usaha UMKM, Pelatihan digial marketing dan peningkatan kapasitas usaha (Pelatihan ini dapat dilaksanakan selam 1 hari atau lebih sesuai kebutuhan kegiatan), kemudian contoh dalam kegiatan Bimbingan Teknis/Workshop: Bimbingan teknis pembuatan pupuk organnik, Teknik pengemasan produk UMKM, Pembuatan Vidio marketing, Penyusunan karya tulis ilmiah (kegiatan bimbingan teknis ini dapat dilaksanakan 1 hari atau lebih serta dapat dilakukan secara serial untuk memastikan hasil praktik dapat dievaluasi oleh instruktur). Diakhir sosialisasi dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dengan peserta sosialisasi. #Igs.