Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menghadiri webinar bertema “Strategi Mitigasi Resiko Bencana melalui Penguatan Kebijakan Berbasis Riset dan Inovasi Daerah”, yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Kamis (26/2).
Webinar tersebut dibuka oleh
Amarulla Octavian, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dalam
sambutannya disampaikan bahwa webinar ini menjadi wadah diskusi bersama untuk
menyamakan persepsi serta mengoordinasikan strategi mitigasi risiko bencana berbasis
riset dan inovasi, khususnya dalam mendukung perumusan kebijakan di daerah.
Webinar ini menghadirkan narasumber
Ratih Damayanti selaku Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber
Daya Alam, dan Ketenaganukliran; Zaenal Arifin selaku Direktur Mitigasi Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana; dan Ilham Wahab selaku Sekretaris Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Narasumber Zaenal Arifin menyampaikan
bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan secara
terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk mengurangi risiko serta dampak
bencana, baik bencana alam, nonalam, maupun sosial. Mitigasi dilaksanakan pada
tahap prabencana sebagai bagian integral dari penyelenggaraan penanggulangan
bencana dengan tujuan melindungi masyarakat, aset publik, serta menjamin
keberlanjutan pembangunan.
Pelaksanaan mitigasi bencana
mencakup upaya struktural dan nonstruktural. Upaya struktural meliputi
pembangunan dan penguatan infrastruktur berketahanan bencana, penataan ruang
berbasis risiko, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung keselamatan.
Sementara itu, upaya nonstruktural meliputi penyusunan regulasi dan kebijakan,
peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,
serta penguatan peran para pemangku kepentingan.
Mitigasi bencana bertujuan untuk
menekan potensi korban jiwa, mengurangi kerugian materiil, serta meminimalkan
kerusakan lingkungan dan fasilitas umum. Selain itu, mitigasi juga diarahkan
untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi
ancaman bencana, sehingga penanganan darurat serta proses rehabilitasi dan
rekonstruksi pascabencana dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.
Dalam konteks penyelenggaraan
pemerintahan daerah, Ilham Wahab menyampaikan bahwa mitigasi bencana merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan pembangunan daerah yang
berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Oleh karena itu, diperlukan
sinergi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah,
serta masyarakat, dengan melibatkan lembaga-lembaga terkait agar upaya mitigasi
dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.
Adapun tujuan utama mitigasi bencana
yaitu mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian harta benda; Meminimalkan
dampak kerusakan lingkungan dan infrastruktur; Meningkatkan kesiapsiagaan dan
kapasitas masyarakat; Menjamin keberlanjutan pembangunan; dan Mengurangi beban
penanganan darurat serta rehabilitasi pascabencana.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh
BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota, Brida/Bapperida, serta perangkat daerah terkait
dari seluruh Indonesia. Brida Kabupaten Buleleng diwakili oleh I Gede Putu
Wirata, S.Sos., dan Ketut Arsudipta, S.E., selaku Analis Kebijakan Ahli Muda,
yang turut aktif mengikuti diskusi serta menyampaikan pandangan strategis bersama
para peserta lainnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta webinar sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pertukaran pengalaman antar daerah. #Wir.