(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Strategi Mitigasi Resiko Bencana Butuh Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah dan Masyarakat

Admin brida | 26 Februari 2026 | 1242 kali

Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menghadiri webinar bertema “Strategi Mitigasi Resiko Bencana melalui Penguatan Kebijakan Berbasis Riset dan Inovasi Daerah”, yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Kamis (26/2).

 

Webinar tersebut dibuka oleh Amarulla Octavian, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dalam sambutannya disampaikan bahwa webinar ini menjadi wadah diskusi bersama untuk menyamakan persepsi serta mengoordinasikan strategi mitigasi risiko bencana berbasis riset dan inovasi, khususnya dalam mendukung perumusan kebijakan di daerah.

 

Webinar ini menghadirkan narasumber Ratih Damayanti selaku Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran; Zaenal Arifin selaku Direktur Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana; dan Ilham Wahab selaku Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat.

 

Narasumber Zaenal Arifin menyampaikan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk mengurangi risiko serta dampak bencana, baik bencana alam, nonalam, maupun sosial. Mitigasi dilaksanakan pada tahap prabencana sebagai bagian integral dari penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan tujuan melindungi masyarakat, aset publik, serta menjamin keberlanjutan pembangunan.

 

Pelaksanaan mitigasi bencana mencakup upaya struktural dan nonstruktural. Upaya struktural meliputi pembangunan dan penguatan infrastruktur berketahanan bencana, penataan ruang berbasis risiko, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung keselamatan. Sementara itu, upaya nonstruktural meliputi penyusunan regulasi dan kebijakan, peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta penguatan peran para pemangku kepentingan.

 

Mitigasi bencana bertujuan untuk menekan potensi korban jiwa, mengurangi kerugian materiil, serta meminimalkan kerusakan lingkungan dan fasilitas umum. Selain itu, mitigasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, sehingga penanganan darurat serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.

 

Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah, Ilham Wahab menyampaikan bahwa mitigasi bencana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat, dengan melibatkan lembaga-lembaga terkait agar upaya mitigasi dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.

 

Adapun tujuan utama mitigasi bencana yaitu mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian harta benda; Meminimalkan dampak kerusakan lingkungan dan infrastruktur; Meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat; Menjamin keberlanjutan pembangunan; dan Mengurangi beban penanganan darurat serta rehabilitasi pascabencana.

 

Rapat koordinasi ini diikuti oleh BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota, Brida/Bapperida, serta perangkat daerah terkait dari seluruh Indonesia. Brida Kabupaten Buleleng diwakili oleh I Gede Putu Wirata, S.Sos., dan Ketut Arsudipta, S.E., selaku Analis Kebijakan Ahli Muda, yang turut aktif mengikuti diskusi serta menyampaikan pandangan strategis bersama para peserta lainnya.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta webinar sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pertukaran pengalaman antar daerah. #Wir.