Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng hari ini Jumat (6/3) mengikuti Rapat Koordinasi Kajian Implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah (GBBS) yang diselenggarakan oleh Direktorat Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN secara daring melalui Zoom Meeting.
Acara dilaksanakan dengan agenda diskusi dan koordinasi terkait kebutuhan data sekunder dalam rangka pelaksanaan Kajian Implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah dengan lokus kajian di wilayah Kabupaten Buleleng, Tabanan, Badung, dan Kota Denpasar.
Acara dihadiri oleh perwakilan Brida Provinsi Bali, Brida kabupaten/kota pada lokus kajian, serta perangkat daerah terkait seperti Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perdagangan pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kabupaten Buleleng, Tabanan, Badung dan Kota Denpasar.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa kajian implementasi GBBS bertujuan untuk menghasilkan analisis pelaksanaan Gerakan Bali Bersih Sampah yang kontekstual, dan berbasis bukti lapangan sebagai dasar perumusan kebijakan daerah. Pengumpulan data direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 8-14 Maret 2026 di Kabupaten Tabanan, Buleleng, Badung, dan Kota Denpasar melalui pengumpulan data primer dan data sekunder yang relevan dengan kondisi pengelolaan sampah di masing-masing daerah.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam pertemuan ini dibahas sekaligus dihimpun kebutuhan data sekunder dari perangkat daerah terkait sebagai bahan analisis dalam kajian tersebut. Data sekunder yang dibutuhkan antara lain meliputi data timbulan dan komposisi sampah, pengurangan dan penanganan sampah, infrastruktur persampahan, data kependudukan dan sosial ekonomi, data sektor pariwisata dan perdagangan, serta data spasial terkait fasilitas pengelolaan sampah.
Selain itu, dalam pelaksanaan kajian nantinya juga akan dilaksanakan survei primer melalui wawancara dengan perwakilan pengelola TPS3R, pengurus desa wisata, pengelola pasar tradisional, lembaga pendidikan, pengurus tempat ibadah/desa adat, serta rumah tangga sebagai unit terkecil dalam pengelolaan sampah di masyarakat.
Ketersediaan data-data tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan analisis yang komprehensif sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tepat dalam mendukung implementasi Gerakan Bali Bersih Sampah. #Anw.