(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Analisis Potensi Sumber Daya Minyak dan Gas di Perairan Kabupaten Buleleng

Admin brida | 05 Maret 2026 | 1945 kali

Potensi yang ada di Perairan Kabupaten Buleleng adalah Gas Bumi yang berada dibawah laut. Gambar dibawah merupakan peta wilayah eksplorasi migas laut dalam (offshore) yang menunjukkan lok Agung I dan Agung II, dua wilayah kerja (WK) migas di bawah kontrak dengan BP (British Petroleum) di perairan selatan Bali–Nusa Tenggara Barat. Garis hijau tebal menandai batas blok eksplorasi migas:

1. Blok Agung I di bagian barat (dekat selatan Bali–Lombok).

2. Blok Agung II di bagian timur (menuju selatan Sumbawa).


Selanjutnya Kotak kuning besar menandai area survei seismik 3D yang diusulkan dan telah dilakukan oleh BP Agung I Ltd. Titik-titik dan garis-garis berwarna menunjukkan hasil interpretasi geologi dan rencana survei:

1. Garis kuning adalah Proposed 2D Seismic Lines (rencana lintasan akuisisi data seismik dua dimensi).

2. Area berwarna kuning adalah Proposed 3D Seismic Area (wilayah pengambilan data tiga dimensi).

3. Simbol merah, hijau, dan biru menunjukkan lapangan migas atau indikasi prospek di sekitar area tersebut.


Area kotak kuning di Blok Agung I ini merupakan “frontier deepwater gas prospect” Indonesia. Potensi gas yang diestimasi mencapai 23,3 TCF gas-in-place - salah satu sumber daya terbesar di Indonesia bagian timur. Jika berhasil dikembangkan, wilayah ini akan menjadi sumber pasokan gas jangka panjang untuk kebutuhan LNG (misalnya Tangguh LNG atau terminal gas baru di Bali/Nusa Tenggara). Berikut merupakan peta gambar dimana potensi gas yang terkandung pada perairan bali-nusra.


BP (British Petroleum) Agung baru menyelesaikan data purchasing seismik 3D seluas 1.600 km2, artinya BP telah mengolah data seismik tiga dimensi dari area seluas 1.600 km2 untuk memahami struktur bawah permukaan. Data ini penting untuk mengidentifikasi perangkap gas, lapisan reservoar, dan prospek pengeboran. Gas (in place): 23,3 TCF menunjukkan estimasi total sumber daya gas di tempat (gas-in-place) sebesar 23,3 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF). Ini merupakan jumlah gas yang terdapat di dalam reservoir bawah tanah, belum memperhitungkan tingkat recovery. Nilai 23,3 TCF gas-in-place tergolong sangat besar. Untuk konteks:

1. 1 TCF gas dapat menghasilkan listrik sekitar 1 GW selama lebih dari 20 tahun, atau setara dengan sekitar 180 juta barel setara minyak (BOE).

2. Maka 23,3 TCF setara dengan lebih dari 4 miliar BOE, potensi energi yang luar biasa besar. Jika diasumsikan faktor recovery gas (recovery factor) sekitar 60-70% untuk gas laut dalam (deepwater gas field), maka cadangan gas yang dapat diproduksi (recoverable reserves) bisa mencapai 23,3 TCF x 0.65 = 15,1 TCF. Jumlah ini mampu mendukung operasi LNG (Liquefied Natural Gas) besar selama lebih dari 30 tahun atau dapat beroperasi dalam waktu 30 tahun.


Sumber: Himpunan Buku Hasil Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng Tahun 2025 Brida Buleleng (hal. 30-31)