Buleleng - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali mematangkan tindak lanjut kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN), khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Buleleng.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut
Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan YPAN, Kamis (17/9) di Ruang
Kerja Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah
Kabupaten Buleleng.
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi
Pribadi, S.STP., M.A.P., dan dihadiri langsung Kepala Badan Riset dan Inovasi
Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., bersama
perwakilan Inspektorat Daerah, Bappeda, BKAD, BKPSDM, Dinas Pendidikan, Pemuda
dan Olahraga, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan ESDM, Dinas Pertanian,
Ketahanan Pangan dan Perikanan, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan dan
Pertanahan, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng.
Menurut Ariadi Pribadi, program strategis YPAN dinilai relevan untuk
ditelaah dan berpotensi ditindaklanjuti oleh Pemkab Buleleng. Pembahasan
tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Kesepakatan Bersama Pemkab
Buleleng dengan YPAN tentang Program dan Kegiatan Peningkatan Daya Manusia di
Kabupaten Buleleng Tahun 2025, serta hasil Rakor Tindak Lanjut Kerja Sama
Program Bidang Pendidikan dan Peningkatan SDM bersama YPAN pada 28 Agustus
2026.
Terdapat tujuh program strategis YPAN yang menjadi bahan pembahasan,
yakni Program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIE-D), Program Peningkatan
Kualitas Guru dan Pendidik, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program
Pengiriman dan Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja ke Luar Negeri, Program
Prima bagi Pekerja Migran Indonesia, Program Pengembangan Pertanian, Peternakan
dan Perikanan, serta Sinkronisasi Lintas Sektor dan Roadmap Pendidikan
Berdampak.
Dalam tawaran kerja sama tersebut, YPAN mengusung konsep pendampingan
berkelanjutan dan pola pendanaan keberlanjutan, sehingga setiap program
diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat
memberikan dampak yang berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas masyarakat dan
pembangunan daerah.
Melalui rakor ini, masing-masing perangkat daerah teknis diminta untuk
mengkaji dan menelaah tujuh program tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi
serta kebutuhan program di masing-masing perangkat daerah. Telaah tersebut
diperlukan untuk melihat kesesuaian program, potensi dukungan terhadap program
perangkat daerah, serta aspek teknis yang perlu dipertimbangkan sebelum kerja
sama dilanjutkan.
Lebih lanjut, Ariadi menyampaikan hasil telaah masing-masing perangkat
daerah selanjutnya akan dikompilasi melalui Bagian Pemerintahan dan Pertanahan
Setda Buleleng dalam waktu dua minggu ke depan. Hasil tersebut akan menjadi
bahan untuk menyimpulkan program yang memungkinkan dan layak ditindaklanjuti
maupun program yang belum dapat dilanjutkan.
Dalam proses penelaahan, aspek 3E, yakni ekonomi, efektif, dan efisien, menjadi salah satu prinsip yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, tindak lanjut kerja sama diharapkan benar-benar memberikan manfaat dan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Buleleng.
Bagi BRIDA Buleleng, keterlibatan dalam pembahasan ini menjadi bagian
dari upaya mendorong kebijakan dan program pembangunan yang berbasis kajian,
lintas sektor, serta memiliki arah tindak lanjut yang jelas. Kolaborasi antara
pemerintah daerah dan mitra strategis diharapkan dapat memperkuat berbagai
upaya peningkatan kualitas SDM dan pembangunan daerah di Kabupaten Buleleng. #Sck