Buleleng - Dalam rangka pelaksanaan Monitoring Eksternal Program Bestari Saintek Tahun 2026 dengan judul "Living Lab Aksara Bali Inklusif Berbasis Iterasi: Ko-Kreasi Relief Taktil dan Model Ekosistem Literasi Tunanetra untuk Menguatkan Partisipasi Sosial serta Transformasi Ekonomi Kreatif Desa", komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan ramah disabilitas terus digelorakan oleh akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, melalui pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) serta pemaparan progres proyek inovatif Raba (Relief Aksara Bali Multisensori), Selasa (27/10) secara zoom meeting.
Kegiatan yang
dilangsungkan secara daring ini dipimpin Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. I Komang
Sudarma, M.Pd., bersama jajaran tim inti. Acara strategis ini turut dihadiri oleh
tim monev eksternal Prof. Dr. Paidi Hw dan Amelia Putri; perwakilan Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng; Analis Kebijakan Ahli
Muda Brida Buleleng Ketut Arsudipta, S.E.; Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia
(Pertuni); dan mitra produksi (UD Karya Jati Utama).
Dalam
paparannya, Prof. Sudarma menjelaskan bahwa proyek RABA dirancang sebagai
Living Lab Aksara Bali Inklusif Berbasis Iterasi untuk menjawab tantangan
tingginya jumlah penyandang tunanetra di Provinsi Bali, di mana Kabupaten
Buleleng tercatat memiliki jumlah tunanetra yang cukup tinggi. Selama ini,
pembelajaran aksara Bali cenderung bersifat visual dan belum menyediakan
aksesibilitas taktil yang memadai bagi teman-teman tunanetra.
Lebih lanjut,
Prof. Sudarma menjelaskan bahwa dalam inovasi Raba, tim menggabungkan relief
taktil aksara Bali dengan teknologi audio multisensori, agar literasi aksara
Bali dapat diakses secara mandiri, setara, dan inklusif. Proyek ini melibatkan
kolaborasi erat lintas sektor, mulai dari Undiksha sebagai pengembang riset dan
teknologi, dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dan Disdikpora serta
BRIDA, sudut pandang pengguna dari Pertuni, hingga dukungan teknis pengerjaan
prototipe oleh mitra produksi UD Karya Jati Utama.
Selanjutnya, Prof. Paidi Hw selaku tim monev eksternal serta para undangan menyimak pemaparan peta capaian output proyek mulai dari tahap analisis konteks, desain produk, pembuatan prototipe awal, hingga hasil uji pengguna awal dan evaluasi formatif. Berdasarkan hasil monev substansi tersebut, terdapat beberapa catatan penting yang diberikan, yaitu tahapan validasi belum tuntas, laporan belum selesai, dan administrasi dokumen foto perlu dilengkapi.
Melalui sinergi kuat antara akademisi, pemerintah, organisasi disabilitas, dan mitra industri, kehadiran Raba diharapkan mampu memperkuat partisipasi sosial penyandang tunanetra serta menjadi tonggak penting transformasi pendidikan dan budaya yang inklusif di Kabupaten Buleleng, dan Bali pada umumnya. #Adt