(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Dongkrak Nilai IID Bali Butuh Sinergi Brida

Admin brida | 10 September 2026 | 100 kali

Buleleng - Peningkatan kualitas, kuantitas, dan validitas pelaporan inovasi daerah untuk mendongkrak penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID), hari ini dibahas Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali, Kamis (10/9) di ruang rapat setempat. Dipimpin langsung Kepala Brida Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., dihadiri oleh Kepala Badan, Sekretaris, dan staf Brida kabupaten/kota di Bali.

 

Acara ini menghadirkan narasumber Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia Digitalisasi Pemerintahan dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri, Dr. Ir. David Yama, M.Sc., M.A., dan team pusat secara daring.

 

Kepala Pusat David Yama menekankan agar Inovasi sebagai survival strategy daerah dalam meningkatkan potensi lokal, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan berpotensi mendongkrak fiskal daerah. Pembinaan inovasi daerah yang sudah ada dibina agar kuantitas dan kualitas inovasi terjaga.

 

Policy brief sebagai bentuk legitimasi inovasi daerah adalah salah satu strategi dalam meningkatkan inovasi daerah. Contoh yang dilakukan Provinsi Jawa Barat yang IIDnya sangat inovatif, yaitu Kebijakan "One Agency, One Innovation" mewajibkan setiap unit kerja menghasilkan minimal satu inovasi yang berkualitas per tahun.

 

Lebih lanjut, David juga mengingatkan inovasi sebagai instrument utama dalam indeks kinerja utama pegawai, dengan konsekuensi pengurangan tunjangan jika target inovasi tidak tercapai.

 

Secara umum nilai IID Provinsi Bali sudah ada peningkatan, dengan nilai paling tinggi Kabupaten Klungkung 93, dan Kabupaten Buleleng 69,91. Kepala Brida Bali menghimbau agar semua Brida di Bali bersinergi dalam meningkatkan kualitas, kuantitas serta pelaporan inovasi daerah sesuai dengan potensi lokal di daerahnya masing-masing. #Mar