(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Energi Terbarukan Dukung Proses Pascapanen Sektor Perkebunan dan Perikanan

Admin brida | 15 Oktober 2026 | 349 kali

Buleleng - Pusat Riset Teknologi Konversi Energi, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN menyelenggarakan webinar bertema “Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan untuk Mendukung Proses Pascapanen pada Sektor Perkebunan dan Perikanan”, Kamis (15/10).

Kepala Pusat Riset Teknologi Konversi Energi, Tata Sutardi, S.T., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebiasaan melakukan sosialisasi serta diseminasi riset dan inovasi harus terus dilaksanakan untuk mendapat masukan dari pihak-pihak terkait.

Selanjutnya, narasumber pertama Direktur Pengolahan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Budi Yuwono, S.STPi., M.P.,
dengan materi “Tantangan Pemenuhan Sumber Energi untuk Penguatan Nilai Tambah Produk Hasil Perikanan”.

Dalam paparannya, Budi Yuwono menyampaikan kondisi ikan yang mudah rusak karena beberapa bagian ikan yang merupakan sumber bakteri, sehingga memerlukan pengolahan pascapanen yang baik sebagai kunci keberhasilan proses bisnis berkelanjutan. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menekan susut hasil perikanan (fish loss) diperlukan penerapan Sistem Rantai Dingin di sepanjang rantai produksi. Namun ada tantangan dalam pemenuhan energi pada pascapanen hasil perikanan, seperti masih mengandalkan sumber energi yang berasal dari kayu, kesenjangan kebutuhan energy dengan karakteristik ikan, biaya energy, operasional sarpras yang belum memenuhi SOP, dan isu energy bersih dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Budi juga menyampaikan peluang penggunaan Energi Baru Terbarukan berupa tenaga surya mampu mengeringkan rumput laut, pendinginan ikan, pengolahan ikan asin, dan ikan pindang. Kondisi eksisting proses pascapanen secara basis masih menggunakan energy listrik, namun beberapa daerah sudah menggunakan solar panel (tenaga surya) dengan tetap menggunakan listrik, hal ini dilakukan untuk keberlanjutan proses pasca panen saat tenaga surya tidak maksimal bisa menjadi sumber energi.

Narasumber kedua, Guru Besar dan pakar pascapanen serta teknologi proses Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc., IPM., ASEAN Eng., memaparkan materi “Energi Terbarukan untuk Proses Pascapanen yang Efisien dan Berkelanjutan”.

Poin utama materi Prof. Sarifah yaitu minyak atsiri sebagai energi terbarukan untuk proses pascapanen yang efisien dan berkelanjutan.
Pembahasannya mencakup proses produksi, kebutuhan energi penyulingan, penggunaan biomassa, pemanfaatan energi surya untuk penyulingan, serta pengembangan sistem energi sirkular dengan memanfaatkan residu penyulingan sebagai sumber energi.

Narasumber ketiga, Assoc. Prof. Ts. Dr. Majid Khan Bin Majahar Ali dari Universiti Sains Malaysia, dengan materi “From Data to Impact: Harnessing Statistics and Big Data for Solar Seaweed Thermal Drying in Malaysia’s Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)”.

Materi Prof. Majid meliputi pemanfaatan data dan statistik serta teknologi pengeringan rumput laut berbasis energi surya untuk mendukung pengolahan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, untuk menjadikan hasil penelitian berdampak dan berkelanjutan tidak hanya memerlukan biaya yang besar, namun juga waktu yang lama.

Selain itu, Prof. Majid menjekaskan bahwa butuh waktu 17 tahun agar rumput laut bisa diolah menjadi berbagai macam produk seperti ice cream, jelly, hot dog, burger, milk, yougurt, sauce, teh, obat, berbagai produk kecantikan dan lain sebagainya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan berupa tenaga surya.

Narasumber terakhir, Peneliti Ahli Madya pada Kelompok Riset Energi Surya Termal dan Energi Hidro, Pusat Riset Teknologi Konversi Energi, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Ahmad Fudholi, Ph.D., dengan materi “Teknologi Fotovoltaik Termal (PVT) untuk Pengeringan Hasil Pertanian, Kelautan dan Industri”.

Peneliti Ahmad Fudholi menyampaikan pengembangan sistem pengering tenaga surya dan riset teknologi PVT sangat mendukung ketahanan energi dan pangan, diantaranya pengembangan greenhouse dryer, mesin pengasap ikan, sistem freezer-dryer dan lain sebagainya. Proses pascapanen pada sektor Perkebunan dan Perikanan tentunta akan sangat diuntungkan. #Eka