Gali Potensi Investasi Berbasis Wilayah, Brida Buleleng Lanjutkan FGD di Wilayah Tengah
Admin brida | 13 Oktober 2026 | 132 kali
Buleleng – Setiap desa dan kelurahan memiliki karakteristik, sumber daya, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi potensi investasi. Untuk mengidentifikasi peluang tersebut secara lebih spesifik, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus melakukan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) tingkat kecamatan dalam rangka penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng.
Setelah sebelumnya dilaksanakan untuk wilayah Buleleng Barat dan Timur, FGD kembali digelar pada Selasa, 13 Oktober 2026, untuk wilayah Buleleng Tengah yang meliputi Kecamatan Banjar, Buleleng, dan Sukasada. Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha.
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Brida Kabupaten Buleleng, drg. I Ketut Wika, didampingi Ketua Tim Pelaksana dari Undiksha, Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. FGD ini turut dihadiri perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, tim pelaksana Undiksha, tim teknis dan tim pengawas, serta perwakilan kecamatan, perbekel, dan lurah dari wilayah yang menjadi sasaran pengumpulan data.
Ketua Tim Pelaksana, Dr. I Nengah Suarmanayasa, menyampaikan bahwa FGD menjadi ruang untuk menggali informasi mengenai potensi dan peluang investasi secara langsung dari pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Informasi dari wilayah sangat diperlukan agar kajian yang disusun mampu menggambarkan kondisi, karakteristik, serta peluang pengembangan ekonomi daerah secara lebih terarah.
Menurutnya, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah, serta mendukung pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, pemetaan potensi investasi perlu dilakukan dengan memperhatikan karakteristik wilayah dan peluang pengembangan yang dimiliki masing-masing desa.
Dalam materi paparan, tim pelaksana juga menekankan pentingnya pemetaan potensi ekonomi hingga tingkat desa serta identifikasi titik-titik potensi secara lebih terperinci. Pendekatan ini dapat membantu menghubungkan potensi lokal dengan arah kebijakan tata ruang, sehingga peluang investasi dapat dikenali secara lebih jelas dan pengembangannya memiliki arah yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh anggota Tim Pelaksana Undiksha, Prof. Putu Indah Rahmawati, M.Bis., Ph.D. Pada sesi ini, para perbekel dan lurah menyampaikan beragam informasi mengenai potensi dan peluang investasi di wilayah masing-masing.
Pengumpulan data juga dilakukan melalui pengisian Google Form yang telah disediakan oleh tim pelaksana. Melalui mekanisme ini, informasi yang disampaikan peserta dapat dilengkapi secara lebih spesifik untuk mendukung proses identifikasi dan pemetaan potensi investasi.
Melalui rangkaian FGD di wilayah barat, timur, dan tengah, Brida Kabupaten Buleleng bersama Undiksha berupaya menghimpun data yang komprehensif dan berbasis kewilayahan sebagai bahan penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng.
Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mengenali peluang investasi, mendukung perumusan arah pengembangan ekonomi daerah, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal yang berdampak bagi masyarakat Buleleng. #Sck