Buleleng - Kunjungan Kerja dan Diskusi Teknis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Selasa (3/11) dalam rangka pelaksanaan riset Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan.
Kepala Brida Ketut
Suwarmawan, S.S.T.P., M.M., menerima perwakilan BRIN diantaranya Dr. Jajang
Sutiawan S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto
S.Pd., M.Sc., Ph.D.
Menurut Jajang Sutiawan,
sasaran kegiatan ini adalah terbangunnya komunikasi dan kesepahaman awal antara
instansi pengusul dan Brida Kabupaten Buleleng Bali mengenai potensi
pemanfaatan serat kelapa untuk genteng biomassa, serta teridentifikasinya
peluang kolaborasi untuk pengembangan dan evaluasi prototipe.
Pihak yang berpotensi
terlibat meliputi Brida Buleleng, lembaga riset dan perguruan tinggi, perangkat
daerah terkait, kelompok atau pelaku usaha pengolahan kelapa, UMKM, industri
bahan bangunan, serta komunitas atau kelompok masyarakat yang berpotensi
menjadi pemasok bahan baku maupun pengguna produk.
Lebih lanjut Jajang
memaparkan keluaran yang diharapkan, yaitu 1) Tersedianya informasi awal
mengenai potensi dan tantangan pemanfaatan serat kelapa di Bali untuk
pengembangan material genteng biomassa; 2) Teridentifikasinya kebutuhan teknis,
parameter pengujian, dan tahapan yang diperlukan untuk menilai kelayakan
prototipe; 3) Terpetakannya calon mitra, sumber bahan baku, serta peluang pemanfaatan
fasilitas riset atau pengujian; 4) Tersusunnya notula dan rekomendasi hasil
diskusi yang mencakup peluang kolaborasi serta rencana tindak lanjut; dan 5)
Terbangunnya komunikasi awal untuk kemungkinan kerja sama riset, pengembangan
prototipe, dan hilirisasi produk.
Kepala Brida Ketut
Suwarmawan menyambut baik kedatangan tim BRIN, dan menekankan pentingnya
hilirisasi inovasi material hijau berbasis potensi lokal untuk mendukung
ekonomi sirkuler dan ketahanan bencana daerah. Pemanfaatan Limbah Perkebunan:
Kabupaten Buleleng memiliki potensi perkebunan kelapa yang sangat besar.
Selain itu, Suwarmawan
menambahkan bahwa fokus utama pada pengolahan serabut kelapa dan bambu menjadi
komposit serat alam bernilai ekonomi. Brida Buleleng mendorong pemanfaatan hasil
riset dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, seperti teknologi Herbal
Roof, Genteng Injak-Banting, agar dapat direplikasi secara lokal oleh pengusaha
di Buleleng.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan kunjungan langsung ke Rumah Plastik Mandiri (RPM) yang merupakan perusahaan sosial, bank sampah induk, dan pusat daur ulang sampah plastik inovatif yang berbasis di Kabupaten Buleleng, Bali. Didirikan oleh Putu Eka Darmawan sejak tahun 2016, RPM berfokus pada misi lingkungan berupa pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.
Kunjungan juga berlanjut ke
PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng, Bali, yang mempelopori
pembuatan kayu sintetik ramah lingkungan pertama di dunia berbahan dasar limbah
pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dikelola oleh Gede Wikrama Putra
Setya Adiyana selaku Direktur Operasional. #Mar