(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

BRIN Kunjungi Brida Buleleng, Bahas Potensi Serat Kelapa untuk Genteng Biomassa

Admin brida | 05 November 2026 | 363 kali

Buleleng - Kunjungan Kerja dan Diskusi Teknis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Selasa (3/11) dalam rangka pelaksanaan riset Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan.

 

Kepala Brida Ketut Suwarmawan, S.S.T.P., M.M., menerima perwakilan BRIN diantaranya Dr. Jajang Sutiawan S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto S.Pd., M.Sc., Ph.D.

 

Menurut Jajang Sutiawan, sasaran kegiatan ini adalah terbangunnya komunikasi dan kesepahaman awal antara instansi pengusul dan Brida Kabupaten Buleleng Bali mengenai potensi pemanfaatan serat kelapa untuk genteng biomassa, serta teridentifikasinya peluang kolaborasi untuk pengembangan dan evaluasi prototipe.

 

Pihak yang berpotensi terlibat meliputi Brida Buleleng, lembaga riset dan perguruan tinggi, perangkat daerah terkait, kelompok atau pelaku usaha pengolahan kelapa, UMKM, industri bahan bangunan, serta komunitas atau kelompok masyarakat yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku maupun pengguna produk.

 

Lebih lanjut Jajang memaparkan keluaran yang diharapkan, yaitu 1) Tersedianya informasi awal mengenai potensi dan tantangan pemanfaatan serat kelapa di Bali untuk pengembangan material genteng biomassa; 2) Teridentifikasinya kebutuhan teknis, parameter pengujian, dan tahapan yang diperlukan untuk menilai kelayakan prototipe; 3) Terpetakannya calon mitra, sumber bahan baku, serta peluang pemanfaatan fasilitas riset atau pengujian; 4) Tersusunnya notula dan rekomendasi hasil diskusi yang mencakup peluang kolaborasi serta rencana tindak lanjut; dan 5) Terbangunnya komunikasi awal untuk kemungkinan kerja sama riset, pengembangan prototipe, dan hilirisasi produk.

 

Kepala Brida Ketut Suwarmawan menyambut baik kedatangan tim BRIN, dan menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau berbasis potensi lokal untuk mendukung ekonomi sirkuler dan ketahanan bencana daerah. Pemanfaatan Limbah Perkebunan: Kabupaten Buleleng memiliki potensi perkebunan kelapa yang sangat besar.

 

Selain itu, Suwarmawan menambahkan bahwa fokus utama pada pengolahan serabut kelapa dan bambu menjadi komposit serat alam bernilai ekonomi. Brida Buleleng mendorong pemanfaatan hasil riset dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, seperti teknologi Herbal Roof, Genteng Injak-Banting, agar dapat direplikasi secara lokal oleh pengusaha di Buleleng.

 

Kegiatan selanjutnya diisi dengan kunjungan langsung ke Rumah Plastik Mandiri (RPM) yang merupakan perusahaan sosial, bank sampah induk, dan pusat daur ulang sampah plastik inovatif yang berbasis di Kabupaten Buleleng, Bali. Didirikan oleh Putu Eka Darmawan sejak tahun 2016, RPM berfokus pada misi lingkungan berupa pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan juga berlanjut ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng, Bali, yang mempelopori pembuatan kayu sintetik ramah lingkungan pertama di dunia berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional. #Mar