Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng ikuti Rapat Koordinasi Persiapan Monitoring Eksternal Program Bestari Saintek Tahun 2026, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Senin (26/10) secara zoom meeting.
Dekan FIP, Prof.
Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan Monitoring Eksternal yang
dijadwalkan pada Selasa, 27 Oktober 2026 bertajuk "Living Lab Aksara Bali
Inklusif Berbasis Literasi: Ko-Kreasi Relief Taktil dan Model Ekosistem
Literasi Tunanetra untuk Menguatkan Partisipasi Sosial serta Transformasi
Ekonomi Kreatif Desa".
Selanjutnya
Ketua Tim Peneliti, I Komang Sudarma menyampaikan bahwa tim akan melakukan
verifikasi dan pengecekan tingkat kesiapan berkas serta data substantif sebelum
menghadapi penguji/evaluator eksternal. Setelah tahapan evaluasi dan monev
diselesaikan, tim peneliti dijadwalkan melanjutkan agenda riset ke Malang. Pada
kesempatan yang sama, Sudarma meminta dukungan teknis dalam proses tabulasi
data yang telah terhimpun, agar siap ditindaklanjuti secara komprehensif.
Lebih lanjut, Prof. Widiana menyampaikan monitoring akan dibagi menjadi 2, yaitu monitoring subtansi dan keuangan. Keuangan akan diserahkan ke tim administrasi, sedangkan subtansi akan dijelaskan oleh tim peneliti terkait 4 poin subtansi. Diantaranya masalah; teknologi; perubahannya; dan dampaknya setelah diberikan teknologi. Prof. Widiana turut menyampaikan apresiasi dan mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Buleleng demi kelancaran dan keberlanjutan program riset ini.
Sinergi antara akademisi dan Pemkab Buleleng diharapkan terus terjalin erat, sehingga luaran dari inovasi riset Aksara Bali Inklusif memberikan dampak nyata yang berkelanjutan, memajukan pembangunan daerah, serta memberdayakan masyarakat di Kabupaten Buleleng secara inklusif. #Adt