Buleleng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa, Rabu (23/9) di Banyualit Spa n Resort.
Bimtek yang diikuti oleh para Pejabat
Pengelola Barang/Jasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan
kapasitas aparatur dalam melaksanakan proses perencanaan pengadaan barang/jasa secara
tertib, efektif, efisien, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua
Panitia yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, I Made
Suwirta Yadnya, S.P. Dalam laporannya, disampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek
menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kompetensi para pejabat dan
pengelola pengadaan, khususnya dalam memahami aspek perencanaan pengadaan serta
berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan barang dan jasa pemerintah.
Selanjutnya, kegiatan secara resmi
dibuka melalui sambutan dan arahan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Putu
Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos., M.A.P. Pembukaan tersebut sekaligus menandai
dimulainya rangkaian penyampaian materi Bimtek. Dalam pelaksanaannya, peserta
mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber yang memiliki kompetensi pada
bidang masing-masing.
Materi pertama disampaikan oleh Kabid
Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) BKAD Kabupaten Buleleng, Nyoman Cakra
Mulyadi, S.E., M.A.P., dengan topik Penyusunan Standar Harga Satuan Tahun 2027.
Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan standar harga satuan sebagai salah satu bagian
penting dalam mendukung proses perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
Materi kedua disampaikan oleh Irban IV
Inspektorat Kabupaten Buleleng, Ketut Ariasa, S.E., dengan materi Mitigasi
Risiko Pengadaan Barang/Jasa Berbasis E-Audit. Dalam materi tersebut, peserta
mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya identifikasi dan mitigasi risiko
dalam proses pengadaan barang/jasa serta pemanfaatan pendekatan berbasis
e-audit untuk mendukung pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pengadaan.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan
oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Madya, Ir. Putu Setyawati, S.T.,
M.T., dengan materi Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa. Materi ini membahas
berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam tahapan perencanaan pengadaan,
sehingga kebutuhan barang/jasa pemerintah dapat direncanakan secara lebih
tepat, terukur, dan mendukung pencapaian target program dan kegiatan pemerintah
daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para
pejabat dan pengelola Barang/Jasa semakin memahami pentingnya perencanaan
pengadaan yang baik sebagai bagian awal dari keseluruhan proses pengadaan.
Perencanaan yang tepat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengadaan yang
lebih efektif, efisien, akuntabel, serta meminimalkan potensi resiko dalam
pelaksanaannya. #Adi