5000 KNMP Program Prioritas Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Admin brida | 31 Juli 2026 | 535 kali
Buleleng - Webinar "Peran Riset dan Inovasi dalam Mendukung Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)", diselenggarakan Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (30/7).
Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Sri Nuryanti pada pembukaannya menyampaikan tujuan webinar ini adalah untuk mendiseminasikan hasil riset dan inovasi yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung pengembangan kawasan KNMP, sebagai kawasan permukiman nelayan yang layak huni, produktif, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Selanjutnya, narasumber pertama Eka Kurniadi, S.Pi., M.Si., dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memaparkan materi “Pembangunan dan Operasionalisasi KNMP”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa KNMP merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan kawasan pesisir yang modern, produktif, dan terintegrasi. Program ini mencakup penyediaan sarana penangkapan ikan, pembangunan dermaga, cold storage, pabrik es, penyediaan BBM serta penguatan akses pemasaran, sehingga hasil tangkapan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
"Roadmap pengembangan KNMP menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan melalui modernisasi sarana produksi, pembangunan rantai dingin, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan hilirisasi produk perikanan, serta penerapan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan. Sasaran akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan nelayan sekaligus menghasilkan produk perikanan yang mampu memenuhi standar pasar nasional maupun internasional", ungkap Eka Kurniadi.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP pada periode 2025-2029 akan dikembangkan menggunakan konsep klaster Hub dan Penyangga. Dalam operasionalisasinya pengelolaan KNMP dipercayakan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Narasumber berikutnya Dr. Andrian Ramadhan, S.Pi., M.T., Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN memaparkan materi “Peran Riset dan Inovasi dalam Mendukung Pengembangan KNMP”. Menurutnya, pengembangan KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan dukungan riset dan inovasi agar program dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Riset menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan (evidence-based policy), sehingga setiap intervensi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
"Pengembangan KNMP dipandang sebagai bentuk rekayasa sosial (social engineering) yang bertujuan mengubah kondisi masyarakat nelayan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, serta perubahan pola pikir masyarakat agar lebih mandiri. Permasalahan utama yang masih dihadapi meliputi kemiskinan struktural, ketergantungan kepada tengkulak, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan, lemahnya kelembagaan, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan sumber daya pesisir", Andrian Ramadhan menambahkan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BRIN mendorong pelaksanaan riset pada beberapa bidang strategis, antara lain pengembangan kelembagaan ekonomi nelayan, peningkatan kapasitas masyarakat, diversifikasi usaha berbasis sumber daya lokal, penguatan organisasi nelayan, pengelolaan wilayah pesisir secara kolaboratif, serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja nelayan.
Webinar dihadiri perwakilan Brida, Bapperida, Balitbangda, Bappeda, Bappelitbangda, Bappedalitbang, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan provinsi/kabupaten/kota, perangkat daerah terkait, akademisi, peneliti, pemilik usaha, serta masyarakat. #Eka