Peta Investasi Buleleng Mulai Terungkap, Pendidikan Jadi Sektor Unggulan
Admin brida | 03 September 2026 | 72 kali
Buleleng - Potensi investasi Kabupaten Buleleng mulai dipetakan secara lebih jelas. Hasil sementara Kajian Peta Potensi Investasi di Kabupaten Buleleng menunjukkan sektor jasa pendidikan menjadi salah satu sektor unggulan yang paling konsisten, sementara industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan makan minum memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sektor basis baru.
Temuan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Laporan Antara Kajian Peta Potensi Investasi di Kabupaten Buleleng yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng, Kamis (3/9), di Ruang Rapat DPMPTSP Kabupaten Buleleng Lantai III Pasar Banyuasri.
Kajian ini merupakan usulan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng sebagai upaya menyediakan informasi potensi dan peluang investasi yang lebih terukur, berbasis data, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan promosi investasi daerah.
Kepala Brida Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa kajian peta potensi investasi memiliki arti penting dalam mengidentifikasi, memetakan dan mengembangkan sektor maupun komoditas daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui investasi.
Menurutnya, laporan antara yang dibahas harus mampu mencerminkan kondisi nyata di lapangan dan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan.
“Peta potensi investasi harus menggambarkan kondisi riil dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif. Karena itu, masukan dari perangkat daerah dan kecamatan sangat penting untuk menyempurnakan hasil kajian”, ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kajian diharapkan tersusun secara terpadu dengan data dan dokumen perencanaan daerah, seperti BPS, RTRW, RDTR, RPJMD serta regulasi terkait lainnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Kajian dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si., memaparkan bahwa kajian dilakukan untuk menjawab tiga hal utama, yakni potensi investasi berdasarkan data spasial dan nonspasial, peluang investasi yang dapat dikembangkan, serta bagaimana informasi tersebut dapat disajikan secara digital sebagai panduan promosi investasi.
Untuk mengidentifikasi sektor unggulan, tim menggunakan sejumlah metode analisis, di antaranya Location Quotient (LQ), Shift-Share Analysis, dan Tipologi Klassen.
Berdasarkan hasil analisis sementara, sektor jasa pendidikan menjadi sektor yang paling menonjol karena memenuhi berbagai indikator sebagai sektor unggulan. Temuan ini sekaligus memperkuat potensi Kabupaten Buleleng sebagai kawasan pendidikan.
Selain pendidikan, hasil kajian juga menunjukkan adanya peluang pengembangan pada sektor industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan makan minum.
Industri pengolahan memiliki peluang strategis untuk mendukung hilirisasi berbagai komoditas lokal, seperti hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Pengembangan sektor ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.
Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum memiliki peluang seiring dengan kembali berkembangnya aktivitas pariwisata Buleleng, khususnya kawasan pesisir dan Lovina.
Hasil analisis juga memberikan catatan bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap memiliki peran penting dalam struktur ekonomi daerah, meskipun dari sisi pertumbuhan dan daya saing masih membutuhkan penguatan. Kondisi tersebut justru membuka ruang bagi pengembangan investasi yang mampu memberikan nilai tambah melalui pengolahan hasil produksi.
Diskusi kemudian memperkaya hasil kajian dengan perspektif sektoral dan kewilayahan dari para peserta. Sejumlah masukan menekankan pentingnya pemetaan potensi investasi hingga tingkat kecamatan dan desa, dengan mempertimbangkan kondisi eksisting, kesesuaian tata ruang, risiko investasi serta potensi pendukung masing-masing wilayah.
Dengan pemetaan yang lebih detail, informasi investasi diharapkan tidak hanya menjawab apa potensi yang dimiliki Buleleng, tetapi juga memberikan gambaran di mana peluang tersebut dapat dikembangkan dan apa yang perlu dipersiapkan.
Peserta juga mendorong agar hasil kajian nantinya dikembangkan dalam bentuk platform digital, sehingga informasi potensi dan peluang investasi dapat diakses dengan mudah oleh calon investor sekaligus menjadi media promosi investasi Kabupaten Buleleng.
Setelah pembahasan laporan antara, kajian akan dilanjutkan dengan FGD di masing-masing kecamatan. Tahapan ini penting untuk menggali potensi dan peluang investasi secara lebih spesifik berdasarkan karakteristik setiap wilayah.
Hasil dari seluruh proses tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan laporan akhir kajian, sekaligus memperkuat basis data dalam penyusunan peta potensi investasi Kabupaten Buleleng.
Melalui kajian yang diusulkan DPMPTSP dan dilaksanakan BRIDA bersama tim akademisi ini, Buleleng tidak hanya ingin mengetahui potensi yang dimiliki, tetapi juga memetakan peluangnya agar lebih siap ditawarkan kepada investor.
Pada akhirnya, investasi yang masuk diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor unggulan, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Buleleng.
FGD diikuti berbagai perangkat daerah terkait, seluruh camat se-Kabupaten Buleleng, BPS Singaraja, akademisi yang tergabung dalam Tim Pengendali Mutu (TPM) Kelitbangan, Tim Pelaksana Swakelola Tipe II Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta tim teknis dan pengawas. #Sck