(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Brida Award 2026 Perkuat Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah

Admin brida | 19 Oktober 2026 | 169 kali

Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Sosialisasi dan Kick Off Brida Award 2026 secara zoom meeting, Senin (19/10), dengan narasumber Dr. Muhamad Amin, S.T., M.M.S.I., selaku Plt. Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah BRIN; Suryo Hadiyono, S.T., M.T., selaku Ketua Tim Manajemen Riset dan Inovasi Daerah Regional 9 BRIN; Yurike Patrecia M, S.E., M.Si., MDE selaku Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN; dan Junita, S.IP., M.E., selaku Analis Kebijakan Ahli Muda BRIN. Hadir perwakilan Brida dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) seluruh Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Muhamad Amin mengatakan bahwa Brida Award 2026 ini merupakan implementasi pelaksanaan pembinaan dan pengawasan teknis penyelenggaraan riset dan inovasi di daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan BRIN Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Riset dan Inovasi Daerah. Brida Award 2026 ini juga sebagai acuan untuk menilai kinerja Brida/Bapperida secara terstruktur, objektif, terukur, dan berbasis bukti.

 

Penilaian tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek kelembagaan dan administratif, tetapi juga pada kontribusi nyata Brida/Bapperida dalam memperkuat tata kelola ekosistem riset dan inovasi daerah, mendorong perumusan kebijakan berbasis bukti, serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk mendukung penyelesaian permasalahan dan pengembangan potensi daerah.

 

Melalui kerangka penilaian yang komprehensif, Brida Award 2026 mendorong agar kinerja Brida/Bapperida dinilai berdasarkan keterkaitan antara proses, keluaran, pemanfaatan, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Dengan demikian, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan atau dokumen yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan fungsi, keterpakaian hasil riset dan rekomendasi kebijakan, serta keberhasilan fasilitasi penerapan dan pemanfaatan inovasi yang didukung oleh bukti yang dapat diverifikasi.

 

Selanjutnya, Suryo Hadiyono menyampaikan panduan penilaian Brida Award 2026, yang menempatkan penguatan daya saing daerah sebagai konteks penilaian, tanpa menjadikan capaian makro pembangunan daerah sebagai ukuran langsung kinerja Brida/Bapperida. Penilaian difokuskan pada tiga indikator utama, yaitu Tata Kelola Ekosistem Inovasi, Kebijakan Berbasis Bukti serta Hub Inovasi Daerah.

 

Pendekatan penilaian diarahkan tidak semata-mata pada jumlah kegiatan, dokumen, rekomendasi, kerja sama atau produk inovasi, tetapi pada kualitas pelaksanaan fungsi, kedalaman peran Brida/Bapperida, bukti pemanfaatan atau adopsi, hasil yang dicapai, dan keberlanjutan. Dengan pendekatan tersebut, Brida Award 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai tingkat optimalisasi peran Brida/Bapperida dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi.

 

Panduan ini juga dirancang agar hasil penilaian tidak berhenti pada pemberian apresiasi. Hasil penilaian diharapkan menjadi umpan balik strategis untuk pembinaan, penguatan kapasitas kelembagaan, pembelajaran antar daerah dan identifikasi praktik, baik yang dapat direplikasi sesuai karakteristik serta kebutuhan masing-masing daerah. #Pds