(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Brida Riset Produksi Padi Aset Daerah Gerokgak, Susun Strategi Pertanian Lebih Modern

Admin brida | 08 Juli 2026 | 705 kali

Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menggelar Forum Group Discussion (FGD) Laporan Antara Penyusunan Kajian Peningkatan Produksi Padi pada Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng di Desa Gerokgak, Rabu (8/7). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat setempat, menjadi wadah untuk menghimpun masukan dalam menyusun rekomendasi ilmiah guna mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah di sektor pertanian.

 

FGD dipimpin Sekretaris Brida, drg. I Ketut Wika, bersama Ketua Tim Pelaksana Universitas Panji Sakti Singaraja, Putu Shantiawan Prabawa, S.P., M.P. Menurut I Ketut Wika, kajian ini berfokus pada pengembangan lahan aset Pemerintah Daerah seluas 11,8 hektare di Desa Gerokgak. Terdiri atas 6,8 hektare lahan padi dan 5 hektare kawasan hortikultura, peternakan, gudang, serta perkantoran. Kajian ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menyusun strategi pengelolaan kawasan pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

 

Selanjutnya, Putu Shantiawan Prabawa memaparkan strategi yang dikaji meliputi pemilihan varietas padi unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan, penerapan teknologi budidaya hemat air, analisis kebutuhan irigasi, hingga pengembangan Integrated Farming System (IFS) yang mengintegrasikan usaha tani padi, hortikultura, peternakan, serta potensi agrowisata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah.

 

Hasil sementara kajian menunjukkan bahwa keterbatasan ketersediaan air masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan indeks pertanaman. Meski demikian, melalui optimalisasi teknologi budidaya, penguatan sarana pendukung, dan pengelolaan aset secara terintegrasi, lahan di Gerokgak memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Melalui FGD ini, Brida bersama tim akademisi dan para pemangku kepentingan berkomitmen menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berbasis riset, sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan pertanian yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng. #Sck