Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kembali melaksanakan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan, dalam rangka penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng, di Ruang Rapat Kantor Camat Seririt, Kamis (13/8).
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data di sembilan
kecamatan. Untuk wilayah barat, kegiatan melibatkan Kecamatan Seririt,
Gerokgak, dan Busungbiu, dengan menggali kondisi, permasalahan, tantangan,
potensi, serta kebutuhan pengembangan pendidikan berdasarkan kondisi riil di
lapangan.
Kegiatan dipimpin Sekretaris Brida Buleleng, drg. I Ketut Wika, yang
menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan merupakan
usulan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang
pelaksanaannya dikerjakan Brida melalui kerja sama dengan Undiksha dengan
mekanisme swakelola tipe II.
Selanjutnya, Tim Undiksha yang dipandu I Wayan Budiarta, S.Pd., M.Pd.
memimpin diskusi dengan fokus pada kondisi eksisting pendidikan, permasalahan
dan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan, serta solusi dan arah kebijakan
yang diperlukan.
Dalam diskusi, berbagai masukan disampaikan terkait keterbatasan sarana dan
prasarana, seperti ruang belajar, fasilitas TIK, komputer, laboratorium,
toilet, serta fasilitas pendukung lainnya. Persoalan akses menuju sekolah,
jaringan internet, dan kondisi lingkungan sekolah yang rawan banjir juga
menjadi perhatian.
Dari sisi sumber daya manusia, masih ditemukan kekurangan tenaga pendidik
pada sejumlah mata pelajaran, sehingga dalam kondisi tertentu guru harus
mengajar di luar bidang keahliannya. Kebutuhan tenaga pendidik untuk
mendampingi siswa berkebutuhan khusus juga menjadi salah satu perhatian.
Selain itu, terdapat masukan mengenai penurunan jumlah peserta didik
serta capaian literasi dan numerasi yang perlu mendapat perhatian bersama.
Berbagai persoalan tersebut menjadi bahan penting bagi tim penyusun untuk
mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan pendidikan di wilayah
Buleleng.
Melalui FGD ini, Brida Buleleng bersama Undiksha mendorong tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan yang berbasis data, responsif terhadap kebutuhan daerah, dan dapat menjadi rujukan dalam menentukan arah kebijakan pendidikan Kabupaten Buleleng dalam 5 (lima) tahun ke depan.
FGD wilayah barat diikuti unsur kepala sekolah, guru, komite sekolah,
serta pengawas SD dan SMP dari Kecamatan Seririt, Gerokgak, dan Busungbiu. #Sck