(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Brida Bersama Undiksha Lanjutkan Gali Masukan Pendidikan di Wilayah Buleleng Barat

Admin brida | 13 Agustus 2026 | 35 kali

Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kembali melaksanakan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan, dalam rangka penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng, di Ruang Rapat Kantor Camat Seririt, Kamis (13/8).

 

FGD ini merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data di sembilan kecamatan. Untuk wilayah barat, kegiatan melibatkan Kecamatan Seririt, Gerokgak, dan Busungbiu, dengan menggali kondisi, permasalahan, tantangan, potensi, serta kebutuhan pengembangan pendidikan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

 

Kegiatan dipimpin Sekretaris Brida Buleleng, drg. I Ketut Wika, yang menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan merupakan usulan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang pelaksanaannya dikerjakan Brida melalui kerja sama dengan Undiksha dengan mekanisme swakelola tipe II.

 

Selanjutnya, Tim Undiksha yang dipandu I Wayan Budiarta, S.Pd., M.Pd. memimpin diskusi dengan fokus pada kondisi eksisting pendidikan, permasalahan dan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan, serta solusi dan arah kebijakan yang diperlukan.

 

Dalam diskusi, berbagai masukan disampaikan terkait keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ruang belajar, fasilitas TIK, komputer, laboratorium, toilet, serta fasilitas pendukung lainnya. Persoalan akses menuju sekolah, jaringan internet, dan kondisi lingkungan sekolah yang rawan banjir juga menjadi perhatian.

 

Dari sisi sumber daya manusia, masih ditemukan kekurangan tenaga pendidik pada sejumlah mata pelajaran, sehingga dalam kondisi tertentu guru harus mengajar di luar bidang keahliannya. Kebutuhan tenaga pendidik untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus juga menjadi salah satu perhatian.

 

Selain itu, terdapat masukan mengenai penurunan jumlah peserta didik serta capaian literasi dan numerasi yang perlu mendapat perhatian bersama. Berbagai persoalan tersebut menjadi bahan penting bagi tim penyusun untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan pendidikan di wilayah Buleleng.

 

Melalui FGD ini, Brida Buleleng bersama Undiksha mendorong tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan yang berbasis data, responsif terhadap kebutuhan daerah, dan dapat menjadi rujukan dalam menentukan arah kebijakan pendidikan Kabupaten Buleleng dalam 5 (lima) tahun ke depan.


FGD wilayah barat diikuti unsur kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta pengawas SD dan SMP dari Kecamatan Seririt, Gerokgak, dan Busungbiu. #Sck