Buleleng - Potensi investasi di wilayah timur Kabupaten Buleleng mulai dipetakan secara lebih terarah melalui penggalian data langsung di tingkat kecamatan dan desa. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng Tingkat Kecamatan Wilayah Timur, yang digelar di Ruang Rapat Kantor Camat Kubutambahan, Jumat (11/9) pagi.
FGD kali ini melibatkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sawan,
Kubutambahan, dan Tejakula. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian
penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi di Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan
oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng bekerja sama
dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) selaku tim pelaksana.
Kegiatan dipimpin Sekretaris Brida Buleleng, drg. I Ketut Wika,
didampingi Sekretaris Camat Kubutambahan I Nyoman Budiarsana, S.H., dan Ketua
Tim Pelaksana dari Undiksha Singaraja, Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.
FGD juga dihadiri perwakilan DPMPTSP Kabupaten Buleleng, tim pelaksana, serta
para Perbekel dari Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula.
Mengawali kegiatan, Ketua Tim Pelaksana Dr. I Nengah Suarmanayasa
memaparkan kajian peta potensi investasi yang saat ini memasuki tahapan
penggalian data kewilayahan. Menurutnya, FGD tingkat kecamatan menjadi bagian
penting untuk memperoleh data potensi investasi yang lebih spesifik hingga
tingkat desa.
Lebih lanjut, Suarmanayasa menjelaskan investasi memiliki peran penting
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, antara lain melalui penciptaan
lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, serta pemerataan pembangunan.
Karena itu, Kabupaten Buleleng perlu memiliki data potensi dan peluang
investasi yang informatif, mutakhir, serta menggambarkan kondisi masing-masing
wilayah.
Kajian ini diarahkan untuk menyediakan basis data potensi investasi yang
dapat mendukung promosi investasi daerah, termasuk melalui publikasi pada
Portal Informasi Investasi (PIR). Data tersebut diharapkan dapat memberikan
gambaran yang lebih lengkap mengenai potensi daerah sehingga lebih mudah dikenali
dan dikembangkan menjadi peluang investasi.
Dalam pemaparannya, tim pelaksana juga menyampaikan hasil analisis awal
yang mengidentifikasi delapan sektor basis di Kabupaten Buleleng berdasarkan
analisis Location Quotient (LQ) periode 2012–2025. Sektor tersebut meliputi
pertanian, kehutanan dan perikanan; jasa pendidikan; perdagangan besar dan
eceran; real estate; jasa lainnya; administrasi pemerintahan; jasa keuangan;
serta pertambangan.
Selanjutnya, diskusi diarahkan untuk menggali kondisi nyata di masing-masing
wilayah. Pemerintah kecamatan dan desa didorong untuk mengidentifikasi potensi
investasi spesifik, termasuk komoditas unggulan pertanian, perkebunan, kelautan
dan perikanan, energi, pariwisata, hingga industri dan kerajinan lokal.
Selain potensi, peserta juga diminta mengidentifikasi peluang konkret
investasi, baik yang telah masuk maupun yang masih berpotensi dikembangkan.
Peluang tersebut dapat berupa pengembangan hilirisasi produk, pembangunan
rantai pasok, kemitraan antara UMKM dan pemodal, maupun pengembangan pariwisata
berbasis potensi lokal.
Tidak kalah penting, FGD juga menggali berbagai kendala yang masih
dihadapi dalam pengembangan investasi, mulai dari infrastruktur dasar,
kepastian tata ruang dan lahan, perizinan, kesiapan sumber daya manusia dan
kelembagaan desa, akses modal, hingga aspek lingkungan hidup.
Berbagai masukan dan informasi yang disampaikan peserta menjadi bahan penting untuk memperkaya basis data potensi investasi Kabupaten Buleleng. Penggalian secara langsung di tingkat wilayah juga diharapkan dapat menghasilkan pemetaan yang tidak hanya menunjukkan potensi secara umum, tetapi mampu menggambarkan potensi, peluang, dan tantangan investasi secara lebih spesifik di masing-masing wilayah.
Sebagai tindak lanjut, para peserta diharapkan melengkapi data potensi
wilayah melalui formulir yang telah disiapkan oleh tim pelaksana. Seluruh data
yang terkumpul selanjutnya akan dihimpun dan dianalisis untuk menyempurnakan
Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng, termasuk penyusunan profil
sektor unggulan, peta spasial, serta basis data yang dapat dimanfaatkan untuk
mendukung promosi investasi daerah. #Sck