Buleleng - Persoalan sampah bukan lagi sekadar urusan kebersihan, melainkan tantangan pembangunan yang membutuhkan perencanaan jangka panjang. Menyadari hal tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menggelar Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) Pembahasan Laporan Awal Penyusunan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah (RISPS) Kabupaten Buleleng, Rabu (24/6) di ruang rapat setempat.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Brida, Ketut Suwarmawan
menghadirkan unsur akademisi, pemerintah provinsi, perangkat daerah, kecamatan,
hingga pengelola layanan publik untuk bersama-sama merumuskan masa depan
pengelolaan sampah di Buleleng.
Menurut Suwarmawan, RISPS disusun sebagai peta jalan pengelolaan sampah
Kabupaten Buleleng untuk jangka panjang. Melalui dokumen ini, pengelolaan
sampah tidak lagi hanya berfokus pada pola kumpul, angkut dan buang, tetapi
diarahkan menuju sistem yang lebih modern melalui pemilahan dari sumber,
pengolahan, pemanfaatan kembali, serta pengurangan residu yang berakhir di
tempat pemrosesan akhir. Dasar penyusunan RISPS meliputi timbulan dan
karakteristik sampah, kondisi sosial ekonomi masyarakat, kebutuhan sarana dan
prasarana, hingga strategi pembiayaan pengelolaan sampah di masa depan.
Pentingnya menetapkan target capaian yang terukur setiap tahun, termasuk
kontribusi pengelolaan sampah terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, menjadi
satu masukan strategis RISPS. Selain itu, penting pula mendorong pemanfaatan
teknologi dan sistem pengaduan berbasis aplikasi, agar masyarakat dapat
berpartisipasi aktif melaporkan permasalahan sampah dilingkungannya.
Menariknya, penyusunan RISPS tidak hanya melibatkan pemerintah dan akademisi, tetapi juga melibatkan desa adat, pengelola TPS3R, serta masyarakat sebagai aktor utama perubahan perilaku pengelolaan sampah. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang realistis dan sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Buleleng.
Melalui penyusunan RISPS, Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan
komitmennya dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,
berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Harapannya, dokumen ini menjadi pondasi
penting dalam mewujudkan Buleleng yang bersih, sehat dan nyaman bagi generasi
sekarang maupun generasi mendatang. #Ang