Buleleng - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Inovasi Perangkat Daerah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan inovasi yang dikembangkan oleh perangkat daerah tidak hanya sebatas gagasan atau pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar diimplementasikan, memberikan manfaat nyata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada monev kali ini, Selasa (27/10) tim
Brida menuju inovasi yang dikembangkan oleh tiga perangkat daerah, yakni Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng, Badan
Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, serta Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Beragam inovasi yang menjadi
objek evaluasi mencerminkan upaya perangkat daerah dalam memanfaatkan teknologi
informasi, meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat tata kelola
pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Analis Kebijakan Ahli Muda Brida, I Putu
Adhi Wicaksana Indra Saputra, M.Kom., menyatakan pentingnya melihat inovasi
secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan, pemanfaatan, manfaat yang
dihasilkan, hingga potensi pengembangannya. Inovasi yang baik bukan hanya
ditentukan oleh kebaruan ide atau penggunaan teknologi, melainkan juga oleh
kemampuannya menyelesaikan permasalahan, meningkatkan efisiensi, memperbaiki
kualitas pelayanan, serta memberikan nilai tambah bagi organisasi dan
masyarakat.
Selain itu, menurutnya monitoring dan
evaluasi menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi
perangkat daerah dalam mempertahankan keberlangsungan inovasi. Aspek dukungan
kebijakan, ketersediaan sumber daya, komitmen pimpinan, keterlibatan pelaksana,
serta integrasi inovasi ke dalam kegiatan rutin organisasi menjadi hal penting
yang perlu diperhatikan. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti setelah
program atau proyek perubahan selesai, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai
dengan dinamika kebutuhan dan perkembangan lingkungan strategis.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari
upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan inovasi daerah di Kabupaten Buleleng.
Hasil monitoring dan evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi
setiap perangkat daerah dalam mengoptimalkan inovasi yang telah dikembangkan,
memperkuat bukti implementasi dan manfaat, serta meningkatkan kualitas
pengelolaan inovasi secara berkesinambungan.
Brida Buleleng terus mendorong agar
setiap perangkat daerah membangun pola pikir inovatif, terbuka terhadap
perubahan, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Kolaborasi ant perangkat
daerah, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, serta penguatan komitmen seluruh
unsur organisasi menjadi faktor penting untuk menciptakan inovasi yang relevan
dan berdampak.
Pada DPMPTSP, monev dilaksanakan terhadap
inovasi Si Ajaib dan Halo AI, sebuah layanan melalui WhatsApp MPP Buleleng.
Kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pelayanan yang
lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan kanal komunikasi digital diharapkan dapat mendukung kemudahan akses
informasi serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan
tuntutan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan responsif.
Sementara itu, pada BKPSDM, terdapat
enam inovasi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Monev. Inovasi tersebut
meliputi Kantor Virtual BKPSDM Buleleng dengan Aplikasi Kumospace (ASN
Berprestasi 2025), Si-Shina (Sijiwa-Share, Informasi, Berguna), Sijiwa (Simak,
Kali, jawab) BKPSDM Buleleng, PILKB Andalan ASN Buleleng, Infograf ASN Buleleng:
Peta Jalan SDM untuk Potensi Daerah Maksimal (Diklat PIM 2025), serta Si Lapak (Digitalisasi
Laporan Pelaksanaan Kegiatan di Lingkungan BKPSDM-Diklat PIM 2025).
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan
adanya upaya pengembangan tata kelola kepegawaian yang lebih modern melalui
pemanfaatan teknologi, penguatan sistem informasi, dan digitalisasi proses
kerja. Keberlanjutan inovasi di bidang kepegawaian menjadi penting karena
kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan salah satu faktor utama dalam
menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, inovasi
perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, didukung oleh sumber daya
yang memadai, serta diintegrasikan ke dalam proses kerja agar manfaatnya dapat
dirasakan secara konsisten.
Adapun pada BPBD, monev mencakup dua inovasi, yaitu Lencana (Literatur Edukasi Bencana) Buleleng (ASN Berprestasi 2026) dan Sigap Pusdalops (Sistem Informasi Gerak Cepat Penanggulangan Bencana Berbasis Pusdalops-Diklat PIM 2026). Kedua inovasi ini memiliki relevansi dengan kebutuhan penguatan edukasi kebencanaan dan dukungan informasi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pengembangan inovasi pada sektor ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi masyarakat mengenai kebencanaan serta memperkuat pemanfaatan informasi dalam menunjang koordinasi dan respons terhadap situasi darurat.
Pada akhirnya, keberhasilan inovasi daerah tidak semata-mata diukur dari banyaknya inovasi yang dihasilkan, tetapi dari seberapa jauh inovasi tersebut mampu menghadirkan perubahan positif. Melalui Monev yang dilaksanakan secara berkelanjutan, BRIDA Kabupaten Buleleng berharap inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng semakin berkualitas, terimplementasi secara konsisten, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. #Wck