(0362) 27719
brida@bulelengkab.go.id
Badan Riset dan Inovasi Daerah

Pemkab Buleleng dan Undiksha Sinkronkan Pendanaan 11 Riset Kolaborasi, Brida Dorong Hasil Riset Berdampak bagi Masyarakat

Admin brida | 24 September 2026 | 96 kali

Buleleng – Riset dan inovasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada kebutuhan dan permasalahan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat, termasuk dalam memastikan dukungan pendanaan dapat berjalan sejalan dengan rencana penelitian.

 

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Sinkronisasi Pendanaan Riset Kolaborasi Tahun 2026 antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kamis (24/9), di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng.

 

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Brida Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd. Pertemuan diikuti tim peneliti Undiksha bersama sejumlah perangkat daerah yang menjadi pengampu riset kolaborasi.

 

Kepala Brida, Ketut Suwarmawan mengatakan pertemuan ini menjadi bagian penting untuk memastikan pendanaan yang telah tersedia pada masing-masing perangkat daerah dapat disinkronkan dengan kebutuhan dan rencana pelaksanaan riset. Selain itu, ia juga menyampaikan tim peneliti Undiksha telah berhasil mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk sejumlah kegiatan penelitian yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Buleleng. Dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan riset tersebut agar hasilnya dapat memberikan manfaat lebih luas.

 

“Hari ini kita memastikan kembali anggaran yang sudah masuk ke masing-masing OPD pengampu. Kalau masih ada yang belum sinkron, ada yang perlu ditambahkan atau dikurangi, di sinilah kita berdiskusi”, jelasnya.

 

Menurutnya, sinkronisasi juga diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Terlebih, waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 semakin terbatas sehingga setiap dukungan pendanaan perlu dipastikan dapat dieksekusi secara tepat. Harapannya, kolaborasi antara Pemkab Buleleng dan Undiksha tidak berhenti pada pelaksanaan riset tahun 2026. Ke depan, pengembangan riset diharapkan dapat terus diarahkan dengan mengacu pada peta jalan riset yang telah disusun Brida Buleleng  untuk mendukung perencanaan pembangunan hingga tahun 2029.

 

“Harapannya kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Jika ke depan ada usulan pendanaan riset, kami berharap dapat mempertimbangkan peta jalan yang sudah disusun BRIDA, sehingga riset yang dikembangkan memiliki arah dan kesinambungan”, ujar Suwarmawan.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, Prof. I Wayan Widiana menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mendukung ide serta pemikiran para peneliti Undiksha. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama riset pada masa mendatang, terutama riset yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat Buleleng.

 

Pada tahun 2026, terdapat 11 riset kolaborasi yang dibahas dalam sinkronisasi tersebut. Riset-riset tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, inklusi, lingkungan, pertanian, kebudayaan hingga pariwisata. Sebelas riset kolaborasi tersebut meliputi;

1)   Brainy Reads, optimalisasi model intervensi klinis untuk penguatan reading fluency, literasi numerasi, dan self-awareness siswa SMP dengan keterlambatan membaca di Buleleng, yang diampu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng;

2)   L-Compass, hilirisasi model pembelajaran berbasis Graph-Informed Symbol-Language Mapping untuk penguatan expressive speaking dan metalinguistic awareness siswa SD, yang diampu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng;

3)   Smart SafeBirth-EMTCT, layanan antenatal berbasis self-assessment dengan pendekatan Calm Think Act Tool untuk mendukung triple eliminasi, yang diampu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng;

4)   Virtual Math, Smart Inclusive Math Learning Ecosystem berbasis adaptive gamification mobile technology bagi siswa tunarungu-wicara, yang diampu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng;

5)   SociaLearn, sistem pembelajaran berbasis siklus reflektif-aksi sosial untuk pemulihan learning loss pascapandemi melalui penguatan growth awareness dan problem analysis skills, yang diampu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng;

6)   Joyful-School Tracker, sistem deteksi dini teacher burnout dan iklim kelas menggunakan self-diagnostic tool untuk mendukung sekolah ramah anak, yang diampu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng;

7)   Living Lab Aksara Bali Inklusif Berbasis Iterasi, melalui kokreasi relief taktil dan model ekosistem literasi tunanetra untuk menguatkan partisipasi sosial serta transformasi ekonomi kreatif desa, yang diampu oleh Dinas Sosial Kabupaten Buleleng;

8)   Co-Creation Living Lab Berbasis Etnosains, optimalisasi teknik budidaya anggur dan inovasi pascapanen untuk peningkatan nilai ekonomi petani Desa Banjar, yang diampu oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng;

9)   Living Lab Desa Adat Panji, transformasi pengelolaan sampah menuju desa berkelanjutan melalui inovasi sirkular dan inovasi saintek, yang diampu oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng;

10)    AI Emotion Analytics dalam Living Lab Sekolah, model deteksi dini stres belajar untuk mengurangi risiko psikososial dan menurunkan biaya intervensi pendidikan, yang diampu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng;

11)    Smart Ethno Edutourism, optimalisasi tata kelola perkampungan kuno di Desa Julah sebagai kawasan wisata berbasis Tri Mandala dan teknologi, yang diampu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

 

Lebih lanjut, Prof. Widiana juga menyampaikan bahwa Undiksha berencana melaksanakan pameran hasil riset pada 24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai hasil penelitian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk hasil riset yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan Buleleng.

 

Menurutnya, Undiksha saat ini tidak hanya memiliki 11 tim riset yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tetapi juga puluhan tim penelitian lainnya. Hasil-hasil riset tersebut diharapkan dapat terus didorong menuju tahap hilirisasi dan pemanfaatan sehingga memberikan dampak bagi masyarakat.

 

“Kami berharap hasil riset-riset yang telah dilaksanakan bersama BRIDA dapat dipamerkan bersama di Undiksha, sehingga hasil penelitian tersebut dapat diketahui dan dimanfaatkan lebih luas”, ungkapnya.

 

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sinkronisasi pendanaan antara tim peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha dengan perangkat daerah pengampu. Sejumlah perangkat daerah yang hadir antara lain Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

 

Melalui forum ini, Pemkab Buleleng dan Undiksha memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang lebih terarah. Sinkronisasi pendanaan menjadi salah satu langkah untuk memastikan riset tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi solusi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Kabupaten Buleleng berbasis riset dan inovasi. #Sck